Daerah Maluku 

Aktivitas Warga Mangga Dua Terhambat Jaringan PLN yang Terputus

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Demikian yang dialami warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe Ambon yang belum lama ini ditimpa longsor akibat hujan yang terus mengguyur daerah itu. Selain longsor, kawasan itu juga mengalami kesulitan akibat terputusnya akses trasnportasi.

Kini warga kembali mengeluh akibat terputusnya jaringan PLN ke rumah-rumah mereka yang berada di sekitar jalan Mr. J. Latuharhary, akibatnya ratusan warga terganggu aktivitasnya.

Menurut Cada Salamony, seorang warga yang tinggal di kawasan itu, menjelaskan, bahwa sudah 3 hari ini dirinya dan ratusan warga merasakan kesulitan akibat terputusnya jaringan PLN.

“Kami di kawasan ini sudah semakin sulit akibat terputusnya jaringan listrik, sehingga aktivitas kami terganggu selama 3 hari ini,” keluh Salamony, pada Sabtu (4/8).

Terputusnya jaringan PLN, kata Salamony, bukan disebabkan longsor, namun akibat penebangan pohon yang dilakukan warga untuk pembukaan akses jalan alternative.

Ketika masalah itu disampaikan kepada pihak PLN gangguan melalui telepon pada Jumat (3/8) kemarin, pihak gangguan mengatakan bahwa masalah terputusnya kabel telepon harus ditanyakan kepada pihak kontraktor yang sementara mengerjakan pembukaan jalan tersebut.

Mendengar penjelasan itu, Salamony menjadi bingung dan menjelaskan kepada petugas, bahwa saat warga menebang sebuah pohon untuk membuka akses jalan, mereka tidak sengaja karena pohon tersebut tiba-tiba roboh sehingga memutuskan kabel PLN.

Terkait masalah itu, Beritamaluku.com menghubungi pihak PLN Gangguan di 0911353177, Minggu (5/8), diterima petugas PLN bagian Gangguan, Yopy Loupatty.

Loupatty menjelaskan bahwa memang benar sudah ada laporan dari keluarga Parera dan Louhenapessy di kawasan Mangga Dua, terkait terputusnya jaringan kabel PLN.

Menurut Loupatty sejak dikerjakan akses jalan di kawasan itu, memang terjadi putus saluran kabel, pada Jumat (3/8). Dan pihaknya sudah menerima laporan warga, sehingga saat itu juga petugas langsung meninjau ke lokasi.

Petugas kata Loupatty, menemukan kabel yang terputus berukuran 4 X 16 yang terdiri dari kabel tegangan rendah dan tinggi, namun menurutnya pada Sabtu kemarin, sebagian sudah berhasil dinyalakan dan sebagian lagi belum, karena pihaknya sementara mengusakan material.

Salain itu, ia juga sudah minta kepada warga yang melapor untuk membawa rekening listrik guna memudahkan petugas saat melakukan penyambungan, sehingga pada Senin besok pihaknya sudah dapat melakukan perbaikan.

“Kami mohon maaf kepada warga, karena permintaan material seperti kabel baru bisa diperoleh besok, karena hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur, sehingga hari Senin ini kami akan berupaya untuk melakukan penyambungan,” jelas Loupatty.  (bm 10)

beritamaluku

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon