Ekonomi & Bisnis 

Ikan Layur Dominasi Ekspor PT. MTJ

Tual, MALUKU – Ikan layur (Trichiurus Lepturus) mendominasi ekspor industri perikanan terpadu PT. Maritim Timur Jaya (MTJ) milik Tomy Winata yang beroperasi di kawasan Ngadi, Kota Tual, Provinsi Maluku ke China.

“Persentasinya ikan layur mencapai 90 persen dari ekspor pada 2011 mencapai 184,26 ton, sedangkan hingga akhir September 2012 sebanyak 219,51 ton,” kata Kepala Bagian Perizinan PT MTJ, Glen Tupamahu, di Tual, Rabu (10/10).

Dirinya menjelaskan, prospek pangsa pasar China menjanjikan karena minat warganya terhadap jenis ikan layur relatif tinggi.

“Jadi ekspor berdasarkan permintaan dari China karena ikan layur merupakan bahan baku untuk membuat sup yang digemari warga negeri tirai bambu tersebut,” ujar Glen.

Selain mengekspor ikan jenis layur, PT.MTJ juga mengekspor jenis ikan campuran beku lainnya.

Hanya saja, ikan layur digemari warga China karena jenis sumber daya hayati laut ini  dagingnya kenyal, tidak terlalu amis maupun berminyak serta mudah dilepas tulangnya.

“Warga China menggemari sup dari ikan layur sehingga ekspor pada dua tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan menggembirakan,” kata Glen.

Perusahaan ini juga memiliki produksi pengolahan ikan dan surimi masing – masing kapasitas 100 ton per hari, tepung ikan (fish meal) 80 ton per hari dan pengolahan puri tiga ton per hari.

Pemasaran produksi tersebut ke Surabaya dan Jakarta, termasuk pasaran lokal.

PT.MTJ juga menjajaki pemasaran rumput laut jenis Euchema Cotony tujuan pangsa pasar China.

Peluang ekspor ini menindaklanjuti kunjungan tim pengusaha asal negara tersebut ke PT.MTJ di Tual pada 9 – 10 Agustus 2012.

Produksi lainnya yang sedang dijajaki adalah budidaya ikan kakap putih dan banden dengan melirik pangsa pasar ekspor ke Australia. [IK/ANT]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon