Ekonomi & Bisnis Maluku 

PT. MTJ Terima Kunjungan Delegasi Cina

Direktur Umum, SDM dan Keuangan PT. Maritim Timur Jaya (MTJ), Rumy Kreshna Wibowo (kiri) bersama Ketua Asosiasi Perikanan Cina, Huang Baoshan (tengah) saat meninjau fasilitas pengolahan ikan di Kota Tual, Maluku, Jumat (10/8). 20-an anggota Delegasi pemerintah dan investor Cina melihat proses pengolahan ikan terpadu tersebut guna menjajaki kerjasama dengan perusahaan yang tergabung dalam Artha Graha Network ini. (Foto : GHEA)

TUAL – PT. Maritim Timur Jaya (MTJ) yang berlokasi di Desa Ngadi, Kota Tual, Provinsi Maluku, Kamis (9/8), menerima kunjungan delegasi dari Cina yang beraonggotakan 20 orang, terdiri dari unsur pemerintah dan pengusaha.

Kunjungan tersebut, dipimpin Ketua Asosiasi Perikanan Cina, Huang Baoshan dan Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Heriyanto Marwoto, dengan tujuan untuk melihat fasilitas-fasilitas perikanan yang ada di PT MTJ, yang adalah bagian dari Artha Graha Network (AGN).

Fasilitas perikanan milik PT MTJ yang ditinjau oleh delegasi cina antara lain pabrik ikan beku atau surimi dengan kapasitas 100 ton, empat unit pembangkit listrik dengan kapasitas 1.140 kw, cold storage 1.800 ton, pabrik tepung ikan dengan kapasitas 100 ton, fuel tanks dengan kapasitas 15.000 liter dan juga dermaga seluas 330×13 meter, dimana keseluruhan fasilitan tersebut dibangun diareal seluas 140 hektar yang merupakan milik PT. MTJ.

Sementara itu, untuk nilai investasi dari seluruh fasilitas perikanan yang ada di PT MTJ, termasuk dengan gedung perkantoran bernilai 60 juta dollar AS yang ditanamkan sejak 17 tahun lalu (tahun 1995).

“Kunjungan ini supaya kita bisa melihat sejauh mana pengembangan sector usaha perikanan yang telah dan akan dilakukan oleh PT MTJ. Selain itu juga untuk menjajaki peluang kerja sama penangkapan dan pengolahan hasil-hasil perikanan untuk tujuan ekspor serta melihat peluang investasi yang mungkin saja bisa dijalankan di Indonesia, khususnya di kawasan timur,” kata Ketua Delegasi Cina, Huang Baoshan kepada indonesiatimur.co di Kota Tual.

Selain itu, Baoshan juga mengaku sangat kagum dengan berbagai prospek pengembangan dan pengolahan usaha di sektor perikanan yang dilakukan PT MTJ. Sebab setelah beberapa kali melakukan kunjungan yang sama ke berbagai perusahan di Indonesia, PT MTJ merupakan perusahan perikanan dengan sarana dan fasilitas yang lengkap.

Menurutnya, di Maluku terdapat beberapa Kabupaten/Kota memiliki potensi perikanan yang besar. Apabila dikembangkan dengan konsep investasi yang baik dan benar, akan sangat menjanjikan serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah, baik di Indonesia maupun di Cina sebagai dua Negara yang bermitra dalam kerja sama.

“Disini (Tual) ada banyak potensi perikanan yang bisa dikembangkan. Areal penangkapan utama di Laut Arafura yang dekat dengan kota ini, menjadikan letak Tual sangat strategis. Sehingga banyak pengusaha dari Cina yang berkeinginan untuk investasi di ini,” papar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Menteri Pertanian Cina. [GHEA]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon