ilustrasi perumahanEkonomi & Bisnis 

Investor dari Timur Memilih Investasi Properti di Surabaya?

ilustrasi perumahan

Bisnis properti di Surabaya berkembang pesat selain disebabkan oleh kebutuhan masyarakat, juga banyaknya permintaan muncul dari pendatang asal Indonesia Timur.

Kepada bisnis.com, Ketua DPD Real Estate Indonesia Jawa Timur Erlangga Satriagung mengatakan tanah di Surabaya rata-rata mengalami pertumbuhan harga di atas 30% per tahun.

“Seperti yang terjadi di Jakarta. Pertumbuhan harga tahan bahkan lebih gila lagi. Setiap tahun tidak kurang dari 30%,” ujarnya hari ini, Selasa (9/7).

Menurut Erlangga, harga tanah di Surabaya tergantung lokasi dan kemudahan akses. Dia mengakui bahwa masih ada tanah seharga Rp300.000/m2, hinggga Rp10 juta/m2. Di lokasi tertentu, sambungnya, dijual Rp25 juta/m2. Rumah tapak, apartemen, dan gedung perkantoran adalah proyek-proyek yang memacu pertumbuhan bisnis properti di Surabaya saat ini.

Menurutnya lagi, tingginya permintaan dari mahasiswa asal Indonesia Timur yang bersekolah di Surabaya yang memicu pertumbuhan apartemen. Pemenuhan kebutuhan mahasiswa tersebut sekaligus merupakan investasi oleh keluarganya.

Sementara pengamat arsitektur hunian hijau dan tata kota asal Surabaya Rakyan Tantular mengatakan bahwa minat investor/pengusaha Indonesia Timur untuk berinvestasi di Surabaya dibanding investasi di daerahnya adalah sesuatu yang wajar. Hal ini menurutnya antara lain disebabkan oleh ketimpangan infrastruktur kawasan Indonesia Timur yang menghambat pertumbuhan.

“Invest di Surabaya pasti lebih cepat berkembang dengan pertumbuhan nilai properti yang begitu tinggi. Sulit untuk dibandingkan dengan daerah di kawasan Indonesia Timur yang infrastruktur sederhana saja masih belum jelas kapan akan dibangun.” ujarnya. (ps/sutarno)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon