Pintu Air Harus Dibangun di Kota Ambon

Ambon – Pakar lingkungan Abraham Tulalessy menyarankan agar segera dibuat pintu-pintu air pada sungai-sungai besar dikota Ambon untuk mencegah terulangnya banjir besar.

Banjir yang melanda Ambon pada 30 Juli 2012 dan  29 Juli 2013, seakan-akan telah menjadi agenda tahunan yang akan terjadi setiap tahun. Bahkan banjir ditahun 2013 ini lebih parah dari pada tahun 2012 lalu.

Salah satu penyebab parahnya banjir pada tahun 2013 ini disebabkan saat itu curah hujar tertinggi yang terjadi di Kota Ambon, bersamaan dengan pasang tertinggi.

“Kota Ambon berada pada daerah pesisir, sehingga saat terjadi pasang tertinggi, air laut masuk ke dalam sungai yang ada dikota ini. Saat itupun terjadi hujan yang memiliki curah hujan tertinggi. Dengan demikian bisa terjadi banjir setinggi 4 meter,” ungkap pakar lingkungan, Abraham Tulalessy, Minggu (1/9) di Ambon.

Tulalessy mengatakan, jika terjadi pasang tertinggi, air laut yang masuk ke darat melalui sungai-sungai yang bermuara di laut, bisa masuk hingga jarak 1,5 KM. “Kami pernah melakukan penelitian, saat terjadi pasang tertinggi, maka air laut bisa masuk kesungi-sungai hingga 1,5KM,” katanya.

Oleh karena itu, Tulalessy menegaskan, seharusnya disungai-sungai besar yang ada di Kota Ambon, harus dibangun pintu air.

“Sejak dulu saya sudah katakan untuk segera dibuat pintu-pintu air pada sungai-sungai besar dikota Ambon,” tegasnya.

Dengan adanya pintu air, maka saat terjadi pasang tertinggi, air laut tidak bisa masuk ke darat melalui sungai-sungai tersebut.

“Dan jika terjadi hujan dengan curah tertinggi, maka air yang ada di darat akan dipompa ke laut, sehingga tidak ada genangan air,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya pintu air, maka sampah yang ada di sungai, tidak akan terbuang kelaut, karena sudah tertahan pada pintu air tadi. “Pintu air yang dibangun pada masing-masing sungai ada 2. Yang pertama harus mati total. Yang kedua dapat dibuka maupun ditutup. Saat hujan besar, pintu yang kedua dapat dibuka, sehingga sampah yang ada di sungai, akan tertahan dipintu air tersebut,” ungkapnya.

Dengan adanya pintu air tersebut, diharapakan bajir bisa diminimalisir.(GKS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon