Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Tarif Listrik Lebih Mahal, Gubernur NTT Akan Lapor Ke Presiden

[foto: int]
[foto: int]
Tarif listrik di di setiap daerah ternyata tidak sama padahal sama-sama diolah oleh Perusahaan Listrik negara (PLN). Salah satu fakta-nya yaitu dimana tarif listrik di Nusa Tenggara Timur Lebih mahal ketimbang di Pulau lainnya seperti Jawa dan Sumatra.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya heran dan berencana akan melaporkan masalah tersebut langsung ke Presiden.

“Saya heran, koq tarif listrik di Jawa lebih murah, ketimbang di NTT,” ujar Gubernur Frans Lebu Raya di Kupang, Senin, 18 November 2013.

Akibat mahal-nya tarif listrik tersebut termasuk untuk industry, para investor menjadi enggan menanamkan modalnya di NTT.

“Ini adalah salah satu penyebab investor enggan datang ke NTT, karena tarif listriknya lebih mahal dua kali lipat dibandingkan dengan pulau Jawa,” tambahnya.

Dikutip nttterkini.com, senin, (18/11) tarif listrik untuk industri di Kupang di jual hingga Rp1.800 per kilowatt-hour (kWh). Sementara, tarif listrik untuk industri di Pulau Jawa dan Sumatera hanya sekitar Rp800 per kWh.

Terkait perbedaan itu, Gubernur berjanji akan melaporkan hal ini ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Saya akan laporkan ke Presiden,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PLN, Paul Bolla menegaskan tarif dasar listrik di Indonesia berlaku sama sesuai dengan keputusan pemerintah. Selain itu  pembayarannya pun berpusat di PLN Pusat. “TDL berlaku sama seluruh Indonesia,” ucapnya.

Paul bahkan mempertanyakan balik tentang informasi yang diterima gubernur. “Info dari mana? Jangan pakai katanya nanti bagaimana ceknya?,” tegasnya. [as]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon