Daerah Papua Papua Barat 

Tahun 2014, Papua Daerah Rawan Konflik Urutan Pertama

[foto: int]
[foto: int]
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane memberikan rekomendasi kepada Polri terkait wilayah yang paling rawan konflik di tahun 2014 ini. Dengan rekomendasi tersebut diharapkan  agar mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian.

Berdasarkan data yang disampaikan, Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) menjadi wilayah urutan pertama sebagai wilayah rawan konflik. Selain Papua, terdapat 5 wilayah lainnya yang juga ikut dirilis Neta sebagai wilayah-wilayah rawan konflik.

Advertisements

“Keenam wilayah itu yakni Papua, Jabar, Jakarta, Sumut, Sulteng, dan Jateng. Tingginya potensi kerawanan ini mengingat di sepanjang 2013, di keenam wilayah tersebut paling banyak terjadi konflik sosial,” ujar Neta, Minggu (05/01/14).

Menurut Dia, di Papua terjadi 24 peristiwa konflik sosial, yang menewaskan 59 orang (termasuk 3 Polisi dan 9 TNI), 92 luka (termasuk 6 Polisi dan 4 TNI), 1 pos polisi dibakar, 11 rumah dibakar, 3 mobil dibakar, 1 mobil dirusak, 3 sepeda motor dibakar, dan 2 motor dirusak pada tahun 2013 lalu.

Bahkan lebih lanjut, seperti dikutip majalahselangkah.com, Papua menjadi pemegang rekor konflik terbanyak selama tahun 2013.

“Ada 27 yang diterjang konflik social dari 33 propinsi di Indonesia. Pertikaian antar warga dan antar kelompok mendominasi hilangnya nyawa rakyat, terutama di Papua sebagai pemegang peringkat tertinggi di 2013,” terang Neta.

Untuk itu, Neta S Pane berharap agar keenam wilayah di atas, khususnya Papua diperhatikan dengan serius dan dilakukan tindakan-tindakan preventif sejak dini. (as)

Comments

comments

Terkait

One Thought to “Tahun 2014, Papua Daerah Rawan Konflik Urutan Pertama”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.