Menunggak Rp4,5 miliar, Pasokan Obat RSUD Andi Djemma Di Stop

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Sulsel – Proses pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Djemma Sulawesi Selatan (Sulsel) terancam lumpuh. Pasalnya, obat yang tersedia di rumah sakit pemerintah tersebut terbatas dikarenakan pasokan obat di stop.

Direktur RSUD Andi Djemma, dr Marhani Katma mengungkapkan, pasokan obat dari perusahaan farmasi ditolak karena belum terbayarnya utang obat jamkesmas sebesar Rp4,5 miliar. Utang tersebut diakibatkan tunggakan dana jamkesmas selama enam bulan kebelakang.

Marhani menjelaskan, tunggakan tersebut juga terjadi untuk jamkesda karena dana jamkesda sudah sebulan belum dicairkan.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Utang di perusahaan farmasi Rp4,5 miliar. Inilah yang membuat pasokan obat dari perusahaan farmasi tidak ada. Makanya obat di apotek kerap kosong,” ujarnya, seperti dikutip fajar.co.id, Jum’at (07/02).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma mengatakan, kelangkaan obat di rumah sakit Andi Djemma patut dipertanyakan. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini eksekutif harus segera mengambil sikap. Apabila penanganan terhadap masalah ini telat, dikhawatirkan akan memicu masalah lain.

“Kami segera panggil direktur rumah sakit untuk memberikan klarifikasinya dan Pemerintah daerah harus segera mengambil sikap,” pungkasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!