Papua, Papua Barat dan NTT; 3 Provinsi dengan Kasus Malaria Tertinggi

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Jakarta –  Kasus malaria di Indonesia bagian timur masih sangat tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Papua, Papua Barat, dan NTT menjadi 3 provinsi yang memiliki angka kasus malaria terbesar.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengungkapkan, jumlah kasus yang diterima pemerintah di sepanjang tahun 2013 yakni sebanyak 93,2 persen.

Dari 93,2 persen konfirmasi kasus malaria yang ada di Indonesia sepanjang tahun 2013, Papua memiliki angka kasus malaria terbesar, yaitu 42,65 persen.

“Papua, Papua Barat, dan NTT. Papua itu angka kasusnya itu mencapai 42,65, paling tinggi di antara yang lain. Papua Barat 38,44, dan NTT 16,37,” ungkap Prof Tjandra.

Adapun faktor penyebab tingginya angka penderita Malaria tersebut, kaya Prof. Tjandra, hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan sumber daya. Sumber daya yang dimaksud adalah dalam masalah tenaga medis dan juga dana kesehatan.

Selain itu, perbedaan endemisitas yang tinggi juga dianggap menjadi tantangan upaya penanggulangan malaria. Faktor risiko, seperti lingkungan dan iklim, juga menjadi tantangan dan hambatan dalam upaya pemerintah bersama keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

“Memang harus diakui bahwa wilayah Indonesia timur memiliki keterbatasan pelayanan, dibanding dengan Indonesia barat dan tengah,” ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah memang ingin lebih menguatkan mutu layanan dan akses kesehatan di Indonesia timur demi memeratakan penanggulangan malaria tersebut.

“Kasus malaria sendiri dianggap menjadi salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan Indonesia,” pungkas Prof Tjandra. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!