Ekonomi & Bisnis 

Indonesia Timur Butuh Pelabuhan Khusus Ekspor Crude Palm Oil

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Presiden baru periode 2014-2019 diminta untuk memprioritaskan pembangunan pelabuhan khusus ekspor CPO (crude palm oil) di kawasan Indonesia timur (Intim). Hal itu diungkapkan oleh Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono belum lama ini.

Joko mengatakan bahwa ketiadaan pelabuhan ekspor yang memadai di wilayah Indonesia timur menyebabkan harga jual CPO terdiskon sampai Rp 200 perkilogram.

“Kondisi infrastruktur ini yang harus dibenahi untuk mendongkrak daya saing CPO Indonesia di pasar internasional,” ujar seperti dilansir JPNN.

Menurut Joko, petani sawit di wilayah Indonesia timur juga merasakan dampak kondisi infrastruktur yang kurang memadai tersebut.

“Untuk menjual tandan buah segar (TBS), petani harus menempuh hingga dua hari karena jalan yang buruk,” ucapnya.

Dengan adanya pelabuhan tersebut, lanjut Joko, maka bisa mendongkrak daya saing CPO Indonesia di pasar internasional.

“Peningkatan daya saing diperlukan karena akhir-akhir ini upaya pelemahan industri sawit gencar dilakukan di berbagai negara,” jelasnya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon