Keterbatasan BBM Jadi Alasan Kurangnya Pengamanan Laut Indonesia Timur

[foto: int]
[foto: int]
Ambon – Kawasan laut indonesia timur memang sangat luas, sehingga muncul beragam hambatan dalam operasi pengamanan teritorial. Karena terbatasnya operasi pengamanan tersebut menyebabkan banyaknya kasus pencurian ikan terus dengan seenaknya tanpa terendus oleh operasi.

Salah satu masalah yang dijadikan alasan kurangnya operasi teritorial indonesia timur itu adalah keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Advertisements

“Pengamanan wilayah laut tidak dapat dilakukan optimal karena tidak tersedia alokasi BBM yang dibutuhkan bagi kapal-kapal patroli,” kata Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring kepada Antara, di Ambon, Selasa.

Menurut Arie, dalam sehari dibutuhkan 35 hingga 40 ton bahan bakar untuk kebutuhan kapal yang melakukan tugas patroli.

“Masalah kekurangan BBM ini telah disampaikan kepada pimpinan TNI Angkatan Laut untuk dibicarakan dengan pemerintah,” ujarnya.

Arie menegaskan bahwa jika ingin partoli pengamanan laut ditingkatkan terutama di wilayah timur yang tergolong luas dan rawan aktivitas penangkapan ikan ilegal, maka pemerintah perlu mempertimbangkan tambahan alokasi anggaran pembelian BBM untuk operasional kapal patroli.

“Hanya dua unit KRI yang dikerahkan untuk melakukan patroli dikarenakan keterbatasan BBM yang dibutuhkan,” jelasnya. [ak]