Katanya Negara Kaya, Tapi Kenapa Indonesia Harus Selalu Berhutang?

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Manado – Banyak orang tahu bahwa indonesia itu kaya, tapi ada pertanyaan yang sering mengganjal di hati mengapa indonesia selalu harus mengajukan utang? Bukankah hutang hanya akan membebani negara?

Pertanyaan tersebut sering ditanyakan oleh banyak orang penduduk negeri ini dan bahkan mungkin warga asing yang heran akan keputusan berhutang yang diambil indonesia. Pasalnya, jika dihitung kekayaan yang didapat dari alam indonesia sungguh sangat tidak terhingga. Dari ikan yang ada di laut Indonesia saja misalnya, jika dimaksimalkan dengan baik, ini bisa menghidupi seperempat penduduk dunia.

Menanggapi hal itu, Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Joubert Maramis mengatakan bahwa sampai saat ini Indonesia belum bisa mandiri dalam hal pendapatan dan pengeluaran belanja. Belum seimbangnya kedua hal itu disebabkan oleh RAPBNP masih defisit.

Advertisements

“Anggaran defisit menunjukan negara belum mandiri dalam membiayai belanja atau pengeluaran,” kata Joubert, di Manado, seperti mengutip rimanews, Kamis (19/2).

Joubert merinci pendapatan negara yakni dari pajak sebesar 67 persen atau Rp1.193 triliun, PNBP sebesar 23 persen atau Rp388 triliun, bea dan cukai 10 persen atau Rp177 triliun dan hibah Rp3,4 triliun.

“Ini berarti pajak adalah sumber pendapatan utama dan PNBP kedua, berarti negara menerapkan anggaran defisit sama dengan tahun tahun sebelumnya,” sambungnya.

Joubert juga menegaskan bahwa keputusan pemerintah kembali mengajukan utang akan menjadi beban negara di masa mendatang.

Berdasarkan rilis Bank Indonesia yang baru, utang luar negeri per kuartal keempat tahun 2014 mencapai US$ 293,7 miliar atau setara Rp 3,759 triliun (dihitung dengan kurs Rp 12.800 per dolar). (ms)

Comments

comments