Budaya Maluku 

Banda Harus Jadi Warisan Budaya Dunia

Gunung Api Banda [foto: koleksi Reza Tuasikal]
Gunung Api Banda [foto: koleksi Reza Tuasikal]
Ambon – Tahun lalu Pulau Banda di Kabupaten Maluku Tengah,dicalonkan sebagai warisan budaya dunia dan berada pada urutan ke-2 stelah Kota Tua di Jakarta. Tetapi tahun ini Pulau Banda malah berada diurutan kelima. Demikian diungkapkan pelaku bisnis pariwisata, Reza Tuasikal. “Tahun lalu Pulau Banda dicalonkan masuk Warisan Budaya Dunia UNESCO, dan berada diurutan ke-2. Tetapi kemarin dari Pusat Dokumentasi Arsitektur mengatakan, Kota Tua Jakarta tetap berada diurutan pertama, tetapi Pulau Banda berada diurutan kelima. Urutan kedua ditempati Sumatera Barat,” jelasnya.

Menurut Reza, hal ini mungkin saja dikarenakan tidak adanya link atau koneksi di dalam. Dirinya mencontohkan Kota Tua Jakarta. Steering committee-nya adalah Ibu Tuty Roseno, didukung arsitektur yang berpengalaman, dan pengelolaanya secara profesional dan disuport perusahaan-perusahaan konglomerat seperti Sinar Mas, BCA, Artha Graha, dan lain-lain yang keseluruhannya ada 9 perusahan. “Mereka semua kerja sama bagaimana untuk menggolkan Kota Tua sebagai Warisan Budaya Dunia. Ini berarti mereka sudah sangat siap,” ungkapnya.

Banda memang diusulkan jadi Warisan Budaya Dunia dan yang jadi motornya itu Yayasan Budaya Banda. Tetapi perjuangan ini jangan hanya oleh satu atau dua orang saja, tetapi harus diperjuangankan oleh semua orang Maluku, termasuk Pemerintah Daerah. “Kita bisa saja membentuk gerakan Save Banda yang tujuannya agar Banda masuk ke Warisan Budaya Dunia,”usulnya.

Jika Banda masuk Warisan Budaya Dunia,maka hal ini akan berdampak besar, antara lain dari segi pariwisata akan membuat penghasilan atau pendapatan yang besar bagi daerah. “Saya mencontohkan Komodo. Wisatawan akan tertarik untuk datang, pemerintahpun akan menunjang dengan pembangunan. Selain itu akan ada perhatian khusus dari badan-badan internasional berupa bantuan-bantuan,” ujarnya.

Reza menegaskan, inilah alasannya mengapa Banda harus masuk Warisan Budaya Dunia. “Ini bukan untuk melacur atau main-main lagi. Hal ini malah membuat kita bangga. Urusan turis atau wisatawan mau datang atau tidak, itu urusan mereka tapi yang terpenting adalah kebanggaan kita.

Secara nyata, Reza mengakui bahwa Banda sangat menarik. Dengan penampilannya saat ini, menarik minat banyak orang maupun komunitas untuk mengunjungi Banda. “Apalagi jika ditambah dengan publikasi dunia, maka akan semakin minat banyak orang untuk mengunjungi Banda. Ini berarti kita harus persiakan diri agar tahun depan Banda bisa dimasukkan ke UNESCO untuk menjadi Warisan Budaya Dunia.”harapnya. (GK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon