Hukum Sulawesi Utara 

Gara-gara Minuman Ini, Tingkat Kekerasan di Sulut Meningkat

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Manado – Saat ini, tingkat kriminalitas di Sulawesi Utara (Sulut) meningkat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini bukan tanpa penyebab, ada beberapa hal yang menimbulkan peningkatan ini terjadi.

Salah satu penyebab utamanya adalah banyaknya minuman keras yang memiliki kadar alkohol berbahaya. Salah satu minuman beralkohol yang banyak ditemukan dibeberapa daerah di Sulut adalah minuman keras cap tikus.

“Cap tikus lebih banyak dikomsumsi langsung oleh masyarakat”, kata Ketua Asosiasi Produsen Minuman Beralkohol (Aspromia) Sulawesi Utara, Koning Lapasi seperti dilansir BeritaManado, 20 maret 2015.

Menurut Koning, minuman cap tikus banyak dikomsumsi masyarakat akibat kekurangan pabrik miras di Sulut.

“Kuota produksi 120 ribu liter minuman beralkohol per tahun untuk produsen minuman beralkohol masih kurang,” jelasnya.

Akibat banyak warga yang mengkonsumsi cap tikus, lanjut Koning, kasus kriminalitas di Sulut lebih meningkat.

“Kejahatan dilakukan orang mabuk yang mengomsumsi cap tikus,” terangnya.

Koning menegaskan jika satu-satunya cara untuk mengatasi hal itu yakni harus masuk pabrik diolah menjadi miras berkualitas berlabel dapat dijual di hotel dan restoran.

“Tidak mungkin menghilangkan cap tikus yang sangat banyak di Minahasa,” ungkapnya.

Koning juga meminta agar pemerintah menambah jatah Kuota produksi bisa ditambah dan perijinan untuk mendirikan pabrik miras di permudah.

“Pemerintah perlu mempermudah ijin untuk perusahaan miras baru”, pintanya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.