500 Mahasiswa Universitas Papua di DO

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Manokwari – Sekitar 500 mahasiswa Universitas Papua (Unipa) Manokwari di drop out (DO) dari daftar mahasiswa Unipa. Ratusan mahasiswa itu di-DO karena tidak mampu berkompetisi dan tidak dipersiapkan baik-baik oleh guru di tingkat SLTA.

“Sebagian besar mahasiswa yang di-DO karena tidak aktif kuliah adalah anak-anak asli Papua Barat,” kata Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Suriel Mofu, seperti dilansir MajalahSelangkah.com, Senin (20/04/2015).

Menurut Mofu, ratusan mahasiswa itu di-DO karena tidak mampu berkompetisi serta mahasiswa itu tidak dipersiapkan baik-baik oleh guru di tingkat SLTA. Selain itu, sebagian besar mahasiswa berasal dari kampung dan kondisi keuangan orang tuanya lemah.

“Sehingga mereka tidak punya uang untuk membiayai hidup di kota guna melaksanakan kuliah. Akhirnya, mereka kembali pulang ke kampung,” jelas Doktor Filsafat Jebolan Universitas Oxford Inggris ini.

Saat ini, lanjut Mofu, kondisi pendidikan di provinsi Papua Barat sangat memprihatinkan dan pelu perhatian serius Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang ada di Papua Barat.

“Apabila ada perhatian Pemerintah Kabupaten berupa bantuan dana studi dan asrama bagi mahasiswa mereka yang kurang mampu kuliah di Unipa maka tidak akan terjadi DO dalam jumlah banyak setiap tahun,” jelasnya.

Sikap tersebut mendapat tanggapan dari anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai. Dia menilai, 500-an mahasiswa di-DO dari Unipa karena Rektor tidak mampu mencari jalan keluar.

“Ini ciri-ciri pemimpin yang tidak mampu mencari jalan keluar,” kata Pigai dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut Pigai juga menegaskan, “Tolong sampaikan kepada Rektor Unipa, jika beliau tidak mampu selesaikan, saya akan memastikan jabatan hanya cukup 1 periode. Tahun depan tidak akan terpilih lagi,” jelasnya. (ak)

Find this content useful? Share it with your friends!