Ekonomi & Bisnis Nasional 

Menhub; ‘Presiden-pun Nggak Bisa Tentukan Harga Barang di Indonesia Timur’

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Sistem transporasi angkutan barang di Indonesia Timur masih sangat minim apalagi di pulau-pulau terluar. Kapal-kapal angkutan barang tidak mempunyai jadwal tetap serta ukurannya-pun cukup kecil sehingga bergantung pada kondisi cuaca.

“Bila ombak sedang tinggi, maka banyak barang yang tak terangkut sehingga membuat lonjakan harga barang,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, seperti dilansir JPNN, 08/05/15.

Jonan mengungkapkan bahwa kondisi ini berdampak pada pergerakan harga kebutuhan pokok atau barang di kawasan terpencil termasuk pulaupulau terluar.

“Kalau ombaknya tinggi harga barangnya naik, karena dia tahu, kapalnya nggak ada yang angkut,” kata Jonan.

Jonan mengatakan jika kementerian perhubungan akan menambah terus kapal-kapal perintis milik pemerintah. Apalagi, lanjut dia, selama ini kapal-kapal tersebut menjadi tumpuan transportasi laut di Indonesia Timur.

“Kita akan tambah kapal-kapal perintis menuju wilayah-wilayah terluar yang kapasitasnya besar mungkin minimum 2.000 gross ton,” jelasnya.

Sampai saat ini, kata Jonan, minat pengusaha baik swasta dan bahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun masih sangat minim untuk menggarap transportasi barang dengan kapal besar di Indonesia Timur.

“Bahkan pihak swasta sama sekali tak berminat karena tak menguntungkan,” tuturnya.

Menurutnya, harga barang di kawasan Timur itu tidak ditentukan oleh matahari, presiden juga bahkan tidak bisa menentukan.

“Saya juga nggak bisa,” ucapnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon