Papua Barat Pariwisata 

Keindahan Raja Ampat Mulai Meredup, Ini Penyebabnya!

[foto: int]
[foto: int]
Raja Ampat – Selama ini, Raja Ampat menjadi salah satu daerah di Indonesia Timur terkenal ke seluruh pelosok dunia. Wisata bahari menjadi salah satu keindahan dan keunggulan yang dimiliki oleh daerah yang ada di Papua Barat ini.

Namun sayangnya kini, pesona Raja Ampat perlahan meredup karena kondisinya yang sudah banyak yang rusak. Ada banyak karang-karang yang indah yang selama ini bisa dinikmati, namun kini sudah mulai rusak di beberapa posisi.

Menurut Direktur Perancangan Destinasi dan Investasi Kementerian Pariwisata, Frans Teguh, Enam bulan lalu ada underwater researcher datang dari Eropa ke Raja Ampat dia foto dan itu bagus sekali. Kemudian, lima bulan selanjutnya mereka datang kembali dan melakukan pengamatan di tempat yang sama.

“Ironisnya, dalam rentang waktu yang sangat singkat, keindahan yang mereka temukan sebelumnya telah mengalami perbedaan yang sangat signifikan,” katanya seperti dilansir CNN, beberapa waktu lalu.

Karang di kawasan tersebut, kata dia, ditemukan dalam keadaan rusak padahal tempat karang-karang tersebut berada di tempat sebelumnya yang dibilang indah.

“Di titik yang sama. Hancur itu semua,” ucap Frans.

Frans menerangkan bahwa para peneliti tersebut mengungkapkan ada beberapa hal yang menyebabkan rusaknya karang di kawasan Raja Ampat tersebut.

“Ada pemboman dan penangkapan ikan,” ujar Frans.

Selain masyarakat lokal, lanjut Frans, banyak turis juga yang ambil bagian dalam usaknya alam bawah laut Raja Ampat.

“Ada hentakan kaki juga dari diver. Apalagi diver pemula,” jelas Frans.

Menurut Frans, masyarakat masih melakukan tindakan yang cenderung merusak alam karena mereka belum menyadari betul manfaat dari pariwisata di suatu daerah.

“Padahal dengan menjaga keindahan alam dan tidak merusaknya, apa yang didapatkan masyarakat justru lebih besar,” tegasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon