Daerah Hot 

Banyak Produk Rusak dan Kedaluwarsa Ditemukan di Indonesia Timur

[foto:int]
[foto:int]
Jakarta – Beberapa daerah di Kawasan Indonesia Timur lebih rentan terhadap serbuan produk rusak dan kedaluwarsa. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Alexander Sparringa.

Roy mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor penyebab hal itu terjadi diantaranya jarak yang cukup jauh dari sentra produksi.

“Serta sulitnya akses transportasi hingga proses pengangkutan yang tidak baik,” ujar Roy seperti dilansir Bisniscom, 13/07.

Menurut Roy, Makassar mendominasi temuan produk rusak sebanyak 33.223 kemasan, sementara sisanya seperti Surabaya, Mataram, Manokwari dan Jayapura tidak mencapai 900 kemasan.

“Produk rusak itu paling banyak di Makassar. Mungkin karena Indonesia Timur, jadi diarahkan ke sana,” jelasnya.

Adapun produk yang ditemukan dalam keadaan rusak, lanjut Roy, pada umumnya bumbu masak, minuman sari buah, teh dan kopi.

“Modus operandinya seperti apa, harus ditelusuri,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut Roy, untuk produk kedaluwarsa terbanyak juga banyak ditemukan di Makassar sebanyak 78.256 kemasan.

“Disusul Jayapura sebanyak 22.546 kemasan, Gorontalo 11.033 kemasan, Ambon 3.499 kemasan dan Mataram 3.253 kemasan,” terangnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon