Bank Sulut Berubah Nama Menjadi Bank Sulutgo

[logo: int]
[logo: int]
Gorontalo – Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Gorontalo sepakat untuk merubah perusahaan daerah mereka yakni Bank Sulut menjadi Bank Sulutgo yakni kependekan dari Bank Sulut-Gorontalo. Hal ini dilakukan karena Pemprov Gorontalo sendiri telah menjadi salah satu pemegang saham di bank tersebut sejak 2012.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berharap pergantian nama itu berdampak pada keuntungan yang diperoleh bank pembangunan daerah tersebut di masa yang akan datang.

“Kami berharap ini bukan hanya nama yang berganti, tapi juga ada spirit baru jajaran direksi dan manajemen untuk meningkatkan profit perusahaan jauh lebih baik,” kata Gubernur seperti dilansir Antara, 19/07.

Menurut Gubernur, Bank ini harus lebih melesat pertumbuhannya dan bisa bersaing dengan bank swasta lainnya. Provinsi Gorontalo endiri sudah mengantongi 3,98 persen dari total saham, belum termasuk pemerintah kabupaten/kota se-Gorontalo yang besar saham masing-masing bervariasi.

“Pada 2015 Pemprov Gorontalo menambah investasinya senilai Rp 10 miliar, sehingga menjadi Rp32,7 miliar,” sambungnya.

Hal ini juga membawa nuansa Provinsi Gorontalo dari sebelumnya yang hanya menggambarkan nama Sulawesi Utara saja.

“Saya bangga ketika sejumlah reklame di jalan-jalan tertulis Bank Sulut-Gorontalo,” kata salah seorang warga.

Diketahui, posisi terakhir pemegang saham di Bank Sulut adalah Pemprov Sulut 31,17 persen , PT Mega Corpora 22,13 persen, Kopkar PT Bank Sulut 6,26 persen, dan Pemprov Gorontalo 3,98 persen, dan 36,78 persen saham lainnya adalah saham milik pemerintah kabupaten dan kota se-Sulut dan gorontalo. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!