Ada Warga di NTT yang Masih Pakai Baju Kulit Kayu

[foto: int]
[foto: int]
Kalabahi – Warga Desa Kopidil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mempertahankan secara turun-temurun adat dan istiadat. Salah satunya adalah dimana mereka masih mempertahankan penggunaan pakaian yang terbuat dari kulit kayu.

“Kami akan tetap pelihara tradisi ini,” kata Kepala Desa Kopidil Moses Oungkoil pada saat Karnaval Budaya Kabupaten Alor di Stadion Mini, Kota Kalabahi, Kamis (6/8) seperti dilasir LintasNTT.

Menurut dia, pakaian kayu tersebut telah dikenakan oleh nenek moyang mereka sebelum masuknya peradaban moderen. Pakaian kulit kayu dikenakan sejak zaman Neolitikum atau sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi (SM).

“Masyarakat sudah memiliki kemampuan bercocok tanam, mengenakan pakaian dari kulit kayu, perhiasan terbuat dari kulit kerang, dan batu,” sambungnya.

Dia menerangkan bahwa proses pembuatan pakaian jenis ini cukup sederhana, setelah mengeluarkan kulit pohon, kulit yang di bagian luar dipisahkan kemudian dibuang.

“Sisa kulit bagian bagian dalam dijemur di sinar matahari selama tiga hari berturut-turut,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, kulit yang sudah mengering tersebut dijahit menjadi busana untuk dikenakan oleh pria dan wanita.

“Adapun jenis pohon yang kulitnya dapat dijadikan pakaian, ialah Pohon Ka, sesuai sebutan masyarakat setempat, sehingga pakaian kulit kayu tersebut juga sering disebut Pakaian Ka,” tuturnya. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!