Akibat Penambangan, Aliran Sungai di Papua Rusak Parah

[foto: int]
[foto: int]
Jayapura – Berdasarkan catatan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mamberamo Provinsi Papua, terdapat tujuh DAS yang bermasalah. Bahkan dua diantaranya yakni DAS Wamena dan Sentani mengalami kerusakan sangat parah.

“Dari 585 DAS di Papua, sebanyak tujuh DAS telah mengalami kerusakan dan perlu dilakukan pemulihan,” Kepala BPDAS Mamberamo Provinsi Papua Zainal Arifin, di Jayapura, seperti dilansir RimaNews, (6/08).

Menurutnya, kerusakan tersebut yakni akibat kegiatan pembukaan lahan serta penambangan terutama di bagian hulu.

“Kerusakan yang terjadi pada tujuh DAS tersebut diakibatkan oleh maraknya aktivitas penambangan pertambangan berpengaruh pada fungsi DAS sebagai neraca air,” kata

Zainal mengaku jika pihaknya telah melakukan pemetaan soal DAS yang kritis dan sangat kritis, serta kriteria tingkat erosi, sendimentasi, tingkat kemampuan tangkapan air yang sudah menurun jauh.

“Kegiatan yang dilakukan di daerah-daerah kritis bertujuan agar daerah tersebut bisa menangkap air terutama dari hujan,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir kurang lebih 14 ribu hektar lebih lahan dengan jumlah batang yang ditanam sebanyak 8 juta lebih.

“Kita bekerja sama dengan mayarakat melalui kelompok tani, dimana dibuat satu unit pembibitan sebanyak 25 ribu batang dan ditanam di daerah mereka,” jelasnya. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!