Ekonomi & Bisnis Maluku Utara 

70 Tahun Indonesia Merdeka, Sektor Maritim Malut Masih Tertinggal

[foto: int]
[foto: int]
Ternate – Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, sektor maritim di Maluku Utara (Malut) yang meliputi kelautan dan perikanan, pariwisata dan perhubungan masih sangat jauh tertinggal. Ketertinggalan itu tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga dari segi pemanfaatannya bagi peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Legislator Partai Golkar di DPRD Maluku Utara (Malut) Edi Langkara mencontohkan infrastruktur pelabuhan perikanan, galangan kapal ikan dan pabrik es sangat terbatas disana.

“Begitu pula kapal ikan yang dimiliki nelayan sebagian besar berkapasitas dibawah 5 GT, bahkan tidak sedikit yang hanya berupa kapal ikan tradisional,” katanya seperti dilansir HanTer, 11/08.

Menurut Edi, pemanfaatan potensi perikanan di Malut juga belum sesuai harapan, karena dari sekitar satu juta ton potensi produksi perikanan Malut, yang dimanfaatkan masih kurang dari 30 persen.

“Pemasarannya pun sebagian besar untuk antar pulau dalam bentuk mentah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Edi, di bidang pariwisata, kondisi infrastrukturnya sangat tertinggal sehingga mengakibatkan potensi pariwisata di Malut, khususnya wisata bahari belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Objek wisata Guraici dan Pulau Widi memiliki panorama pantai dan bawah laut yang sangat indah, masih jarang dikunjungi wisatawan karena infrastruktur penunjangnya masih minim,” jelasnya.

Karenanya, Edi meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur maritim di Malut.

“Ini penting jika ingin menjadikan maritim sebagai salah satu penggerak utama ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon