Maluku Nasional 

Gubernur Lepas Kontingen Pesparawi Maluku

Said_Assagaff1AMBON – Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, Rabu (30/9) melepas secara langsung kontingen Pesta Paduan Suara Gerejadi (Pesparawi) Maluku untuk mengikuti Pesparawi Nasional ke-XI di kota Ambon.

Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan bendera dari Gubernur kepada ketua Umum Pesparawi Poly Kastanya, yang berlangsung di gedung taman budaya, karang panjang dan dihadiri oleh Wakil Gubernur, Kapolda Maluku, Ketua Sinode GPM, dan jajaran SKPD lingkung Pemerintah Provinsi Maluku.

Gubernur dalam sambutannya, mengatakan ada tiga sukses yang diraih pada Pesparawi kali ini, yaitu sukses administrasi dan sukses penyelenggara yang menjadi tanggung jawab panitia, serta sukses prestasi yang yang menjadi tanggung jawab dari seluruh peserta yang membawa nama baik Mauku.

“Ketiga sukses ini harus kita raih, dan yang paling penting dari semua ini adalah menjadi tuan rumah daerah sendiri, dan hal ini menjadi target kita semua seluruh masyarakat Maluku,” ujar Gubernur.

Jelasnya, pelepasan kontingen Pesparawi Provinsi Maluku ke Pesparawi Tingkat Nasional XI ini, punya makna tersendiri untuk seluruh masyarakat Maluku. Pertama, dalam sejarah perhelatan Pesparawi Tingkat Nasional, kontingen Maluku selalu diperhitungkan, karena sering menjadi langganan juara. Hal ini tidaklah berlebihan karena secara natural orang Maluku memiliki suara yang khas, dan sangat musikalis.

Kedua. Pada Pesparawi tingkat nasional XI ini, kita menjadi tuan dan nyonya rumah di Kota Ambon yang dikenal sebagai city of music. Pada konteks ini, tentunya spirit sebagai tuan dan nyonya rumah akan jauh lebih menantang daripada tamu. Selain kita memberi pelayanan secara optimal kepada para tamu, kita juga harus mampu mengukir prestasi yang gemilang.

“Nama besar Maluku dalam pentas Pesparawi tingkat nasional jangan pernah membuat saudara-saudara sekalian menjadi takabbur atau kehilangan kendali, dan menganggap kontingen lain lemah. Tetapi sejatinya milikilah mental juara, mari berlomba dengan sportif, rendah hati dan ukirlah prestasi yang terbaik,”ucapnya.

Menurutnya, Lomba Banding Nyanyi pada ajang Pesparawi tingkat nasional XI ini, bukanlah sekedar bernyanyi biasa, tetapi nyanyian untuk Tuhan. Sebagaimana terdapat dalam Mazmur 147 atyat 4a “Bernyanyilah untuk Allah dengan nyanyian syukur, bermazmurlah untuk Tuhan kita dengan kecapi”.

Hal ini menunjukan bahwa ajang Pesparawi ini sangat sarat dengan nilai-nilai spiritual. Dimana orang yang bernyanyi dan mendengar serta menikmati setiap nyanyian yang ada, dapat meningkatkan kualitas keimanannya serta menjadi sumber kedamaian, kasih sayang, kebahagiaan, kebaikan, kesejahteraan kepada sesama. Sebagaimana yang telah diteladankan oleh Yesus Kristus.

Orang nomor satu di Maluku ini, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama proses Pesparawi ini berlangsung.

“Mari kita jadi tuan dan nyonya rumah yang terbaik. Karena kita sekarang bukan lagi laboratorium konflik, tetapi kita sudah bertransformasi menjadi laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, ketua umum Pesparawi Poly Kastanya, 271 orang yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota, yang terdiri dari penyanyi, pelatih, dan pianis, yang mengikuti 12 mata lomba.

Diantaranya, paduan suara dewasa campuran 44 orang, paduan suara remaja atau pemuda 45 orang, paduan suara anak 35 orang, paduan suara pria 30 orang, paduan suara perempuan 30 orang, vocal group 10 orang, solo anak 7 – 9 tahun 1 orang, solo anak usia 10 – 13 tahun 1 orang, solo remaja putera 1 orang, solo remaha putri 1 orang, music pop gereja 9 orang, pianis 5 orang, pelatih dan pengurus 59 orang.

“Sebagai tuan rumah kami menargetkan juara Umum,”kata Kastanya. (MEM/ITC)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.