Papua Barat Politik 

‘Gaduh’ Pernyataan Kontroversi Menteri Luhut Soal Papua

[Menkopolhukam, Luhut Pandjaitan, foto: int]
[Menkopolhukam, Luhut Pandjaitan, foto: int]
Timika – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar orang Papua yang terlibat dalam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) segera meninggalkan Indonesia.

Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan kontroversi dan mengundang banyak komentar dari banyak pihak. Salah satu yang berkomentara adalah Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM DPR Papua, Wilhelmus Pigai yang menyesalkan pernyataan tersebut.

Advertisements

“Itu tidak pantas dan melukai hati rakyat Papua,” kata Wilhelmus, seperti dilansir  RadarTimika, Senin (29/2).

Menurutnya, pernyataan Menkopolhukam telah mencoreng harga diri orang Papua yang sudah sekian puluh tahun menjadi bagian dari NKRI. Bahkan menurutnya, pernyataan tersebut membuktikan adanya oknum pejabat Indonesia yang selama ini tidak menganggap rakyat Papua sebagai bagian dari NKRI.

“Mestinya, seorang mantan Jenderal lebih menjaga kekompakan dan persatuan Negara. Statement seperti ini membuat warga Papua menjadi gaduh,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa  ULMWP sebetulnya merupakan refresentasi orang Papua dalam organisasi Melanesian Spearhead Group (MSG) atau perkumpulan negara-negara Melanesia.

“Masyarakat Papua tak dibantahkan bahwa mereka adalah bagian dari ras Melanesia,” jelasnya. (as)

Comments

comments

Terkait

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.