Daerah Sulawesi Tengah 

Belum Setahun, Jembatan Gantung Kalukubula Ambrol Dua Kali

Palu, indonesiatimur.co – Jembatan  gantung Kalukubula, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang pembangunannya belum selesai ini ambrol untuk kedua kalinya pada Kamis dini hari (8/6/2017) setelah sebelumnya pada ambrol juga pada bulan Februari lalu. Penyebab ambrolnya jembatan diduga karena tiang penyangga sebelah timur tidak mampu menahan tekanan volume air yang kuat pada saat sungai Miu meluap karena guyuran hujan lebat.

Dikutip dari SultengTerkini.com, Rifai (48), seorang warga desa Kalukubula memperkirakan jembatan tersebut ambruk pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

Advertisements

“Kejadiannya sekitar jam 3 subuh. Waktu itu saya dengar suara menghantam, ternyata saya lihat jembatan gantung yang roboh,” katanya.

Menurut Rifai, pengerjaan jembatan tersebut berhenti beberapa bulan lalu tanpa alasan yang jelas. Dia pun sempat menyampaikan kekhawatirannya akan ambrolnya jembatan bila pembangunannya tidak segera diselesaikan. 

“Belum selesai itu jembatan dibangun, sekarang ambruk lagi,” katanya sembari berharap kepada pemerintah setempat segera turun tangan mengatasi masalah ini.

Jembatan Kalukubula -Tinggede yang ambrol. [Foto: Fhiqriyawan]

Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta SSos sudah meninjau lokasi itu. Menurutnya, Pemkab Sigi akan melakukan tender ulang untuk pekerjaan lanjutan hingga tuntas, walaupun anggarannya diplot pada APBD-Perubahan tahun 2017.  Dia menyatakan juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar pekerjaannya tetap terus dilanjutkan, sementara penambangan pasir oleh masyarakat yang berada tidak jauh dari jembatan akan ditertibkan.

“Jadi penambang kita pindahkan kurang lebih 200 meter dari jembatan. Dan saya berharap dengan pengerjaan kembali, tidak lagi terjadi hal serupa. Karena ini sudah kejadian yang kedua kalinya,” ujar Irwan.

Kondisi jembatan pada awal April 2017. {Foto: radarsultengonline.com]

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, Proyek Jembatan Gantung spanjang 115 meter yang menghubungkan desa Kalukubula dengan desa Tinggede ini bernilai 2,7 milyar rupiah. Pengerjaannya dimulai sejak Oktober 2016 dan seharusnya sudah selesai dan dapat dipergunakan pada Desember tahun lalu. Alih-alih dapat dinikmati, justru ambrol untuk pertama kalinya pada pertengahan Februari lalu. 

Terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaan (pada Desember 2016), PT Karya Putra Mandiri Adi Sarana sebagai kontraktor yang bertanggung jawab sudah dikenakan sanksi denda diharuskan menyerahkan hasil kepada Dinas Bina Marga (pemerintah) pada bulan Maret lalu (setelah penambahan waktu 90 hari). [ps]

Comments

comments

Terkait

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.