Daerah Maluku 

IMJ Gelar Pasar Murah Ramadhan

Jelang Idul Fitri, PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ), perusahaan yang tergabung dalam Artha Graha Network, kembali menggelar Pasar Murah untuk masyarakat di Desa Kamal dan Waisarissa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pasar murah yang digelar sejak Senin (12/6/2017) hingga Jumat (16/6/2017), berlangsung dilokasi PT IMJ, di Desa Waisarissa, menjual 1000 paket sembako murah.

Warga Desa Kamal dan Waisarissa hanya perlu membayar Rp 25.000,- untuk sembako yang terdiri dari beras 2kg, minyak goreng 1liter,gula pasir 1kg dan 3 bungkus mie instan, dari harga normalnya RP 57.325,- atau 56% lebih murah.

Warga Desa Kamal dan Waisarisa sangat bersyukur dengar keberadaan pasar murah tersebut. Apalagi kegiatan ini selalu diadakan setiap jelang natal dan lebaran. ” Saya sangat bersyukur karena ada pasar murah di PT IMJ. Bahkan pasar murah ini diadakan tiap jelang natal dan lebaran. Ini sangat meringankan beban kami,” ungkap Welhelmina Tapilatu, warga Desa Kamal. Menurut wanita berusia 74 tahun ini,sejak pertama kali pasar murah digelar PT IMJ, dirinya selalu ikut serta.

Hal yang sama juga diungkapkan Syahdan (53 tahun). Menurut pria yang berprofesi sebagai penarik gerobak ini,kegiatan pasar murah yang diselenggarakan IMJ sangat menolong masyarakat di Desa Kamal dan Waisarissa. “Kami sangat terbantu,” jelasnya. Dirinya juga inginkan agar PT IMJ bisa beroperasi.” Jika perusahaan bisa beroperasi, maka kami yang dulu bekerja di PT Jayanti, mungkin bisa direkrut juga,” harapnya.

Menurut Direktur PT IMJ, Daniel Rusli, program pasar murah ini memang rutin dilakukan PT IMJ, jelang Idul Fitri dan Natal. “Ini merupakan tanggung jawab sosial kami untuk masyarakat di Desa Kamal dan Waisarissa. Walaupun hingga saat ini perusahaan belum beroperasi, tapi kami tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat apalagi jelang hari raya,”ujarnya. Menurut Daniel, kegiatan pasar murah ini juga sebagai bentuk interaksi kedekatan perusahaan dengan masyarakat di kedua desa tersebut.

Dirinya menegaskan bahwa warga yang datang belanja adalah warga yang kurang mampu. “Kami berkordinasi dengan pemerintah Desa, sehingga warga yang datang adalah yang benar-benar kurang mampu,” jelas Daniel.

Untuk membuktikan hal tersebut, setiap warga yang datang harus membawa KTP. Mereka melapor ke petugas yang ada, kemudian diberi kupon. Setelah itu warga akan menunggu namanya dipanggil. Selanjutnya akan diambil biodatanya dan sekalian foto KTP dan pemilik KTP, setelah itu warga tersebut ke meja kasir untuk membayar dan selanjutnya petugas akan memberikan paket sembako. “Dengan prosedur tersebut, maka perusahaan mempunyai data yang valid tentang penerima bantuan sembako murah tersebut,” tandasnya. [gs]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.