Amboina International Bamboo Music Festival Dimulai

Ambon, indonesiatimur.co – Sebuah even bertaraf internasional, kembali didelar di Kota Ambon. Kali ini even tersebut berkaitan dengan musik dan mengusung nama kegiatan Amboina International Bamboo Music Festival (Amboina Music Fest) 2018, yang salah satu agendanya yakni pagelaran musik di Lapangan Merdeka, hari ini jam 19.00 WIT.

Selama tiga hari, penikmat musik di Kota Ambon akan dimajakan dengan suara merdu dari sejumlah musisi, antara lain musisi legendaris Oscar Harris, Is Pusakata (ex Payung Teduh), Barry Likumahuwa, Molucca Bamboowind Orchestra, dan masih banyak lagi penampilan dari seniman lokal Kota Ambon, dengan tanpa pungutan tiket masuk alias gratis.

Advertisements

“Sebelum kita menikmati Festival Musik Bambu, buat yang ingin menambah ilmu, bisa datang ke acara Music Convention yakni berbincang tentang Bambu dan Musik, Kota Musik, dan Potensi Musik Kota Ambon di Taman Budaya, Karang Panjang Ambon, pukul 08.00. Kegiatan ini akan dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Sri Hartini,” ujar Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies, selaku salah satu pendukung Amboina Music Fest 2018 ini.

Menurut Ronny, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid juga akan hadir dan melepas Karnaval Budaya pada pukul 15.00 di Lapangan Merdeka Ambon. Kegiatan yang diorganisir Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Ambon ini, akan menampilkan keunikan tradisi paguyuban daerah-daerah di tanah air yang ada di Kota Ambon.

“Sebenarnya sudah ada sejumlah kegiatan lain yang digelar untuk turut memeriahkan Amboina Music Fest 2018 ini, lanjut Ronny, ialah Pameran Budaya di Lapangan Merdeka (6 9 November), Festival Hawaiian di Baileo Oikumene (7 November), dan Pagelaran Budaya di Baileo Oikumene (8 November),”ungkapnya.

Sedangkan sejumlah agenda lain yang juga akan digelar mulai hari ini (Kamis, 15/11), yakni Pameran Naskah dan Rekaman Musik di Lapangan Merdeka (15 – 17 November), Residensi dan Pertunjukan Kolaborasi di Taman Budaya Karang Panjang (15 – 16 November), serta Konservasi Hutan Bambu (Forest For Music) di Dusun Tuni (17 November).

Amboina International Bamboo Music Festival 2018 sendiri, adalah satu kegiatan budaya tahun yang didukung melalui platform Indonesiana. Indonesiana menurut Nyak Ubiet Ina Raseuki, salah satu kurator Indonesiana, ini adalah Platform Pemajuan Kebudayaan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong dan sekaligus memperkuat upaya Pemajuan Kebudayaan sesuai amanat UU No. 5 Tahun 2017.

“Mengedepankan azas gotong royong,  Platform Indonesiana ditujukan untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan, dan objek pemajuan kebudayaan yang ditetapkan dalam UU No. 5 Tahun 2017,” terangnya.

Untuk tahun 2018, di katakan, Indonesiana berfokus pada konsolidasi standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah, baik terhadap festival yang sudah ada sebelumnya maupun dengan mendukung penyelenggaraan festival yang baru yang relevan dengan potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing.

“Selain mengamanatkan tentang peningkatan tata kelola kegiatan budaya, UU No. 5  Tahun 2017 menggaris bawahi tentang penguatan ekosistem kebudayaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, platform Indonesiana dirancang sebagai sebuah struktur hubungan terpola antar penyelenggara kegiatan budaya daerah di Indonesia yang dibangun secara gotong royong,” paparnya.

Dalam konteks platform kebudayaan Indonesiana, lanjut Ubiet, gotong royong dimaksudkan sebagai keterlibatan semua pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas pemajuan kebudayaan untuk mengembangkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya mencakup bidang-bidang berikut: (1) pengelolaan pengetahuan (knowledge management); (2) kuratorial dan produksi; (3) publikasi dan kehumasan, serta (4) kerjasama dan pendukungan.(it-03)

Comments

comments