Ekonomi & Bisnis Maluku 

Wujudkan Program Gubernur Maluku, One Village One Program, Disperindag Gelar Bimtek

Ambon, indonesiatimur.co – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku menggelar bimbingan teknis proses produksi pangan lokal menjadi aneka mie di Kota Ambon.

Menurut Plt Kepala Bidang Industri Disperindag Maluku, Marchelino Paliama, kegiatan ini dilakukan melalui dana dekonsentrasi soal program penumbuhan pengembangan industri kecil menengah.

Advertisements

“Kegiatan dilakukan 2 hari sejak Kamis (27/05/2021).Narasumber dari politeknik Ambon,PNM Ambon dan direktur Ambon Ekspres. Ketiga pemateri ini merupakan narasumber yang kita berikan, bertujuan membangun capacity dari seluruh pelaku IKM,”ujarnya.

Dikatakannya, pelaku IKM merupakan wirausaha baru, yang direkrut berdasarkan hasil perekrutan tim dari Disperindag.
Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah selain menambah pengetahuan dan keterampilan oleh para pelaku industri kecil menengah ini, juga tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru, di kalangan praktisi pengolahan usaha pangan.

“Untuk pengajar, Disperindag Maluku mengundang praktisi mie di Kota Ambon yaitu ibu Diah Puspita, beliau ini merupakan salah satu owner mi sehat Cempaka, yang sudah melakukan ekspansi di Kota Ambon bahkan sampai ke Jakarta dan Surabaya,”tandasnya.

Paliama mengatakan, pemanfaatan pangan lokal ini, baik dari sayuran maupun buah-buahan,bukan saja bisa memberikan dampak bagi kelangsungan kehidupan keluarga, tetapi juga bisa membentuk karakter kehidupan bermasyarakat.

“Disperindag juga telah melakukan kegiatan yang sama juga pada tahun lalu, di
Desa Porto dan Haria, dan telah memberikan dampak.
Sebelum itu juga di tahun ini kami sudah melakukan kegiatan yang sama, melakukan bimtek bagi penguatan kapasitas masyarakat di Desa Tuhaha, yaitu bagaimana mengelola gula aren bisa menjadi berbagai produk,”bebernya kepada media ini, pada Jumat (28/05/2021)

Dia menjelaskan, konsep ini dilakukan karena Disperindag Maluku ingin mewujudkan program Gubernur Maluku, Murad Ismail, yaitu one village one program, dan menjadi kekuatan bagi pembangunan industri kecil di Maluku. ” Bapak Gubernur berharap agar bagaimana kita bisa melihat ketertinggalan di desa-desa di Maluku, kemudian mencari solusi dan memberikan manfaat bagi pengembangan industri kecil di sana,”ucapnya.

Selain itu pula, Paliama menerangkan proses-proses yang di lakukan adalah bersinergi dengan berbagai stakeholder yang ada dalam upaya pengembangan – pengembangan IKM tersebut.

“Jika IKM di kabupaten kota sudah memenuhi standar yang ada, baik itu verifikasi izin usaha seperti PRT pangan industri rumah tangga yang di dikeluarkan oleh dinas kesehatan kabupaten kota, maupun juga sertifikasi halal untuk produksi pangan. Kewajiban kami di pemerintah untuk mencari market .Nah market sudah kami dapat, selain seluruh gerai modern yang ada di Kota Ambon, seperti Indo grosir yang membawahi lebih dari 70 Indomaret yang ada, juga Alfamidi, Alfamart. itu sudah cukup banyak yang sudah masuk tetapi juga gerai-gerai modern yang ada di Kota Ambon, rata-rata teman-teman pelaku industri sudah masuk dan bisa dipromosikan. Mereka sudah bisa menjual produk mereka,”ungkapnya.

Dikatakannya, bimbingan teknis ini lebih dikonsentrasikan ke peningkatan wirausaha baru. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk tetap melakukan pendampingan kepada IKM yang sudah setengah mati. “Beberapa contoh kemarin ada sekitar 5 IKM yg proses PRT nya sudah kita fasilitasi, tetapi mereka terkendala dengan proses sertifikasi halal. Kita membantu mereka juga supaya bisa menyelesaikan. Karenauntuk masuk ke gerai modern PRT dan sertifikat halal wajib ada,”katanya.

Sementara itu dalam sambutannya pada pembukaan Bimtek, Kadis Perindag Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano, mengatakan, pembangunan sektor industri pada hakekatnya bersifat multidimensional, lintas sektoral dan regional yang menempatkan dunia usaha dan masyarakat sebagai pelaku utama. “Sedangkan pemerintah berperan sebagai perumus regulasi, fasilitator dan pencipta iklim usaha/investasi,”jelasnya, pada Kamis (27/05/2021).

Menurutnya, guna memberdayakan Industri Kecil dan Menengah di Provinsi Maluku, Kementerian Perindustrian melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Proses Produksi Pangan Lokal menjadi Aneka Mie di Kota Ambon, agar dapat memacu para pelaku IKM Pengolahan Pangan Lokal tetap berinovasi dan berproduksi, dalam mengembangkan usaha demi peningkatan nilai ekonomis.

Kadis menjelaskan, saat ini, produk pangan yang diproduksi secara higenis dan sehat serta terbuat dari bahan baku yang alami, sangat dibutuhkan guna memenuhi nutrisi tubuh sehingga pemanfaatan Raw Material (Bahan Baku) yang sehat seperti sayuran, buah-buahan tanpa pestisida yang merupakan pangan lokal sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Untuk itulah, IKM Pangan perlu didorong guna memenuhi permintaan
pasar yang kian meningkat baik secara langsung maupun online, serta juga memberikan multiplayer effect bagi peningkatan jumlah produksi, pendapatan serta penyerapan tenaga kerja,”terangnya.

Dikatakannya, bimtek Proses Produksi Pangan Lokal menjadi Aneka Mie di Kota Ambon bertujuan antara lain,
pemberdayaan IKM pengolahan pangan di Provinsi Maluku dalam menghadapi Pandemi COVID-19, menjaga keberlangsungan produksi dari IKM Pangan di Provinsi Maluku, meningkatkan penghasilan masyarakat melalui usaha Kuliner Sehat dan menciptakan wirausaha baru (lapangan kerja) bagi masyarakat, serta
menambah pengetahuan dan keterampilan bagi pelaku IKM khususnya yang membidangi pangan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi yang higenis, membantu pengembangan produksi seiring meningkatnya permintaan pasar.

Pattiselano berharap, kegiatan Bimtek Proses Produksi Pangan Lokal menjadi Aneka Mie di Kota Ambon Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, dapat dimanfaatkan oleh stakeholder pelaku IKM Pangan guna pengembangan produktivitas usaha yang sementara di geluti.
“Saya berharap peserta bimtek dapat serius mengikuti materi yang diberikan oleh para Narasumber dan Instruktur sehingga dapat menjadi bekal pengetahuan dalam mengembangkan usahanya,”harapnya. (it-02)

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.