Daerah Maluku 

PMKRI Ambon Nilai Jokowi Tidak Serius Perhatikan Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Ambon, indonesiatimur.co – Aksi tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 28 Maret 2021 merupakan tindakan yang dianggap sebagai bagian dari kejahatan yang luar biasa (Extra Ordinary Crime) dan menjadi musuh terbesar bagi umat manusia. Hal ini tidak terlepas dari dampak yang ditimbulkan dari tindakan kejahatan tersebut yang mana memberikan kerugian besar, bukan hanya harta benda namun kehilangan nyawa bahkan memberikan gangguan psikologis bagi korban.

Berdasarkan rekaman video yang diunggah di media sosial oleh dua orang korban bom bunuh diri di gereja Katedral Makasar atas nama Faleria Silitubun, asal Kabupaten Maluku Tenggara dan Karina Dimayu asal Ternate, Maluku Utara, bahwasannya Pemerintah belum memperhatikan mereka secara serius karena hingga saat ini masih memerlukan pemulihan secara medis.

Hal ini telah membuktikan bahwa Pemerintah tidak serius dalam melakukan proses penanganan sebagaimana mestinya, karena walaupun sudah adanya perhatian namun tidak sesuai dengan yang dijanjikan, sehingga terkesan tidak menghargai pihak korban dan dinilai tidak becus dan mengaggap remeh persoalan ini.

Olehnya itu Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Ambon meminta kehadiran pemerintah Pusat, dalam hal Ini Presiden Joko Widodo agar segera memberikan perhatian serius kepada korban tersebut, dengan sentuhan langsung dari Presiden hingga kondisi mereka benar-benar pulih dan dapat beraktifitas sama seperti semula.

“Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah konkrit janji pemerintah terhadap korban bom bunuh diri dimaksud, sekaligus sebagai wujud kehadiran Negara bagi Korban, bukan sebaliknya janji tersebut hanya isapan jempol belaka,” ujar Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Ambon, Bertolameus Mayabubun, dalam rilisnya, Rabu (29/09/2021).

Dampak psikologis yang terjadi juga membuat PMKRI berpandangan bahwa pemerintah terkesan diam dan tidak membantu menghilangkan rasa trauma bagi korban bom bunuh diri dimaksud.
Olehnya itu secara tegas PMKRI meminta sekali lagi sentuhan negara yang secara cepat dan tepat, sebagai wujud dari kepedulian negara.

“Lewat kesempatan ini juga kami meminta rekan-rekannya PMKRI se Indonesia untuk menyuarakan hal tersebut sebagai wujud dukungan bagi nilai-nilai keadilan yang masih dirasa belum adil dan merata bagi segenap masyarakat Indonesia, teristimewa korban bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,”tandasnya.

Selain itu dia mengatakan, mereka juga berharap agar adanya uluran tangan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Maluku Utara terhadap persoalan ini, karena yang menjadi koban tersebut juga merupakan bagian dari pada masyarakatnya, yang mana meraka adalah mahasiswa asal Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang hanya mengenyam pendidikan di Makasar ,Sulawesi Selatan. (it-10)

Terkait

Leave a Comment