Olilit, Sifnane, Lauran, Jadi Tambatan Hati Murad Ismail Menangkan Maluku 1
Saumlaki, indonesiatimur.co –
Calon Gubernur Maluku, Murad Ismail (MI) bertandang ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (18/11/2024). Kedatangan sosok Calon Gubernur yang berpasangan dengan Michael Watimena berjargon 2M ini di Tanimbar tak sendiri, namun turut memboyong istri, Widya Pratiwi Murad Ismail, sosok Anggota DPR-RI yang peroleh jumlah suara signifikan di Tanimbar dengan jumlah 163.315 suara kala maju di Pemilihan Legislatif lalu.
Perolehan suara signifikan Widya Pratiwi Ismail di Tanimbar ini kemudian menjadi tolak ukur kemenangan yang akan diraih 2M untuk menduduki kursi Maluku 1. Apalagi Jenderal Purnawirawan yang pernah menjabat sebagai Dankor Brimob bersama Widya Pratiwi sebagai istri, pernah dikukuhkan secara adat sebagai saudara dan saudari atau anak adat dari tiga desa, yakni Olilit, Sifnane Omele, dan Lauran Kote. Ketiga desa ini terletak tak jauh dari jantung Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan.
Semenjak tiba di Bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Murad bersama istri dan rombongan langsung beranjak menuju tiga desa dimaksud, dimana julukan dari ketiga desa tersebut sesuai ikatan adat adalah ’Mandrwiak’.
Bukan Kampanye
Di tiga desa yang telah dianggap sebagai kampung sendiri ini, Murad bersama Widya melakukan tatap muka dan bersilaturahmi melepas kerinduan sebagai anak dengan orang tua, saudara dengan saudara lainnya di masing-masing desa secara terpisah.
Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur Maluku yang kembali berkontestasi di Pilkada kali ini katakan bahwa dirinya bersama istri datang bukan untuk berkampanye, namun mengunjungi orang tua, seluruh saudara dan adik kakak untuk memohon doa dan restu agar kiranya bisa diperkenankan Tuhan, kembali mengabdi bagi Maluku.
Sesuai Gelar Adat dari ketiga desa yang diberikan kepada dirinya dan istri, seperti halnya di Sifnane Omele, keduanya diberikan gelar sebagai Mel Ame dan Mel Ane. Sementara di Lauran Kote, keduanya diberi gelar sebagai Lauran Amang dan Lauran Enang.
“Saya datang di sini bukan berkampanye. Saya datang untuk temui orang tua dan saudara-saudari saya di Olilit, Lauran, dan Sifnane. Tau arti dari Mel Ame itu apa? Pohon beringin yang bisa melindungi negeri Sifnane ini. Saya paham betul bahwa saya ini adalah pohon beringin untuk Sifnane,“ ungkap Murad saat bertatap muka dengan warga Sifnane Omele.
Minta Warga Sebut 2 Keinginan
Di kesempatan bertatap muka, Cagub Maluku yang merupakan incumbent dan diusung 5 Parpol besar seperti PAN, GOLKAR, DEMOKRAT, PKS, dan PKB ini berikan kesempatan bagi 2 warga untuk meminta 2 keinginan dari dirinya, dimana 2 keinginan tersebut akan dipenuhi ketika dirinya terpilih sebagai orang nomor satu di Maluku.
“Sesuai nomor urut saya dan pak Michael Watimena yakni 2, maka saya meminta 2 warga sebutkan 2 permintaan apa saja yang diinginkan agar ketika Tuhan merestui 2M pimpin Maluku, saya akan penuhi permintaan itu,“ pinta Murad Ismail.
Dari ketiga desa, warga meminta beberapa kebutuhan paling vital dan mendasar, diantaranya soal perbaikan jalan yang rusak parah seperti di Pasar Omele yang selama ini diabaikan, akses jalan dari Lauran menuju situs Goa Maria, pengadaan sarana Air Bersih yang layak, renovasi bangunan Asrama Mahasiswa asal Desa Sifnane Omele, dan juga permintaan lainnya yang berasal dari warga di Desa Olilit.
“Harapan dan permintaan kecil-kecil begitu saja, masa sih pohon beringin tidak bisa menaungi? Pasti bisa! Yang penting jangan biarkan kami berjalan sendiri. Tolong kami dengan support kami agar kami bisa berdiri tegak. Saya tidak berkampanye seperti orang politik tetapi saya minta di tanggal 27 November mendatang, saya cuma minta doa dan dukungan basudara bagi 2M,“ pinta mantan Dankor Brimob ini.
Usai bertatap muka, Widya Murad Ismail berkesempatan menyanyikan sebuah tembang rohani dengan judul ’Hidup Adalah Kesempatan’. Pasangan yang selalu tampil kompak ini kemudian berduet dengan membawakan lagu khas yang berjudul ’Janji Putih’ ciptaan Doddie Latuharhary.
Sebelum beranjak dari desa yang sudah dianggap sebagai kampung halamannya itu, Murad bersama istri menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu warga Sifnane yang sedang berduka untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa secara langsung.
Begitu pula di Desa Lauran Kote, kunjungan salah satu putra terbaik Maluku ini juga dilakukan di lokasi doa, dimana masyarakat Katolik di desa itu berkumpul untuk melakukan penghormatan kepada Arca Kristus Raja semesta alam.
“Pak Murad dan Ibu Widya memang sosok pemimpin yang sangat toleran dan begitu mencintai rakyatnya. 2M dipastikan menang di 27 November nanti,“ ungkap Dusye Bwariat, warga Lauran Kote. (it-03)


