Kadis ESDM Maluku Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Jelang Idul Fitri, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Ambon, indonesiatimur.co – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil koordinasi rutin dengan Pertamina Patra Niaga selaku penyalur BBM ke wilayah Maluku.
“Kami selalu melakukan koordinasi dengan Pertamina dan Pertamina Patra Niaga terkait ketahanan stok BBM. Setiap minggu kami update datanya, karena setiap hari Senin ada rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin pemerintah pusat bersama Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya saat kegiatan After Luch yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Maluku di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/02/2026).
BBM Terbagi Dua: Bisnis dan Subsidi
Kadis ESDM menjelaskan, BBM terbagi menjadi dua kategori, yakni BBM bisnis seperti Pertamax yang dijual bebas di SPBU, serta BBM subsidi yang terdiri dari minyak tanah, solar (jenis BBM tertentu), dan Pertalite yang termasuk jenis BBM khusus penugasan (JKP).
Stok Minyak Tanah Aman 81 Hari
Kadis jelaskan, per 10 Februari 2026, stok minyak tanah tercatat sebanyak 221.082,6 kiloliter. Dengan rata-rata konsumsi 299 kiloliter per hari, stok tersebut cukup untuk 81 hari ke depan atau hingga 31 April 2026.
“Artinya, stok minyak tanah aman melewati Idul Fitri yang diperkirakan jatuh sekitar 20–21 Maret. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Ia mengakui, kelangkaan yang terjadi di lapangan umumnya bukan karena stok kosong, melainkan keterlambatan distribusi dari agen ke penyalur. Kondisi ini kerap memicu panic buying di masyarakat.
Sebagai contoh, ketika terjadi keterlambatan pengiriman di satu wilayah, warga akan membeli di wilayah lain. Akibatnya, wilayah tujuan ikut mengalami kekosongan sementara karena lonjakan permintaan mendadak.
“Padahal stok secara keseluruhan tersedia. Itu hanya keterlambatan dropping dari agen ke penyalur,” ujarnya.
Stok Solar Tersedia 9 Hari, Distribusi Rutin Tiap Pekan
Untuk solar subsidi, stok tersedia sebanyak 14.625 kiloliter. Dengan konsumsi harian 1.625 kiloliter, persediaan cukup hingga 18 Februari 2026.
Meski terlihat lebih pendek, Kadis ESDM memastikan tidak perlu ada kekhawatiran karena kapal pengangkut BBM rutin melakukan dropping setiap minggu.
Pertalite Aman Hingga 1 April
Sementara itu, stok Pertalite tercatat sebanyak 8.101 kiloliter. Dengan rata-rata konsumsi 157 kiloliter per hari, stok tersebut cukup hingga 1 April 2026 atau sekitar 51 hari ke depan.
“Pertalite ini termasuk BBM subsidi dalam kategori jenis khusus penugasan, sehingga pengawasannya juga ketat,” tambahnya.
LPG Cukup 25 Hari
Untuk LPG, stok tersedia sebanyak 206 metrik ton. Dengan distribusi rata-rata 8 metrik ton per hari, stok mencukupi hingga 25 Maret.
Ia memastikan, stok LPG juga dalam kondisi aman menjelang dan selama Hari Raya.
Koordinasi Berjenjang Hingga Kabupaten/Kota
Kadis ESDM menegaskan, apabila terjadi kelangkaan di lapangan, masyarakat diminta segera melapor ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) setempat.
Pasalnya, Dinas ESDM hanya berada di tingkat provinsi dan tidak memiliki perpanjangan tangan di kabupaten/kota.
“Jika terjadi kelangkaan di daerah seperti Masohi atau Tual, masyarakat dapat menghubungi Dinas Perindag setempat. Nanti akan dikoordinasikan dengan kami di provinsi untuk diteruskan ke Pertamina Patra Niaga agar dilakukan ekstra dropping,” jelasnya.
Ia juga berharap para bupati dan wali kota di Maluku turut memberi perhatian terhadap kondisi stok BBM subsidi di wilayah masing-masing, agar distribusi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Stok BBM subsidi di Maluku aman dan terus kami pantau setiap minggu,” tutupnya.
Acara After Lunch ini dipandu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Maluku sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang. Turut hadir dan menjadi pembicara dalam kegiatan itu, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Indag, Kadis Perhubungan, Kadis Pertanian, Kadis Perikanan, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR. (it-02)
