Budaya Maluku 

Fadli Toisutta Buka Gerakan Sedekah Kurma “Ramadhan Inspirasi”, Sasar Desa hingga Dusun di Maluku

Ambon, indonesiatimur.co — Gerakan kolaboratif bertajuk Ramadhan Inspirasi resmi dimulai di Kota Ambon. Program Sedekah Kurma yang digagas Rumah Inspirasi & Literasi Maluku bersama Roemah Beta Kreatif itu dibuka dalam dialog inspiratif di Kafe Media Graha Ambon Ekspres, Minggu (15/2/2026).

Pembukaan dilakukan Ketua BPC HIPMI Kota Ambon yang juga Anggota DPRD Kota Ambon, Muhammad Fadli Toisutta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi sosial selama bulan suci Ramadhan.
“Gerakan sedekah seperti ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi upaya membangun solidaritas sosial dan kepedulian bersama. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat empati dan gotong royong. Pemerintah dan sektor usaha tentu mendukung gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Toisutta.

Menurutnya, keterlibatan komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan gerakan kemanusiaan di Maluku.
Program ini akan menjangkau sejumlah desa dan dusun di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, hingga Seram Bagian Barat. Penyaluran bantuan dilakukan sepanjang Ramadhan 1447 Hijriah dalam tiga tahap, yakni 10 hari pertama, kedua, dan ketiga.

Direktur Rumah Inspirasi & Literasi Maluku, Fahrul Kaisuku, menjelaskan bahwa Sedekah Inspirasi–Sedekah Kurma merupakan program rutin yang telah berjalan lima tahun terakhir setiap Ramadhan.
“Tahun ini kami ingin memperluas jangkauan dan mengoptimalkan partisipasi masyarakat agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, organisasinya yang berdiri sejak 2014 itu bergerak di bidang literasi, pendidikan nonformal, penyantunan sosial, serta pelestarian lingkungan. Rumah Inspirasi juga telah membangun taman baca di Negeri Iha Kulur dan aktif dalam kegiatan sosial di Pulau Seram maupun Kota Ambon.

Direktur Roemah Beta Kreatif, Farham Suneth, menegaskan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Melalui program ini, kami mengajak masyarakat merawat empati dengan berbagi sedekah, bukan hanya kurma tetapi juga Al-Qur’an dan paket kebutuhan ibadah. Kami turun langsung ke kabupaten, desa hingga dusun,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut turut hadir akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku sekaligus pengurus PW Pemuda Muhammadiyah Maluku, Ismail Borut. Ia memaparkan bahwa sedekah memiliki dimensi sosial yang kuat.
“Sedekah bukan hanya tindakan karitatif, tetapi mekanisme membangun kohesi sosial. Praktik berbagi menumbuhkan solidaritas dan mengurangi kesenjangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan Laznas BMH Maluku, Zulkarnain, mengungkapkan tantangan distribusi bantuan di wilayah kepulauan seperti Maluku.
“Tantangan utama adalah akses wilayah dan keterbatasan distribusi. Namun semangat masyarakat untuk berbagi sangat besar. Kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi kunci agar bantuan menjangkau daerah terpencil,” katanya.

Dialog juga menghadirkan perwakilan DPD KNPI Maluku, Usman Bugis, yang menyoroti peran generasi muda dalam gerakan sosial berbasis komunitas.

Selain sebagai lokasi dialog, Kafe Media Graha Ambon Ekspres ditetapkan sebagai stasiun pengumpulan donasi kurma. Masyarakat dapat menyerahkan donasi secara langsung di lokasi maupun melalui kanal komunikasi Rumah Inspirasi dan Roemah Beta Kreatif.

Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Empati, Menyalakan Inspirasi Ramadhan” ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai komunitas dan insan pers di Kota Ambon, serta ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan kurma dari para donatur. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.