Komitmen Nyata Lapas Wahai, Lansia Dapat Perhatian Khusus Lewat Suplemen Kalsium
Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dalam memberikan pelayanan berbasis hak asasi manusia, khususnya bagi kelompok rentan. Pada Senin (20/04/2026), Lapas Wahai melaksanakan program khusus pemberian vitamin dan suplemen kalsium kesehatan tulang yang ditujukan kepada lima orang Warga Binaan lanjut usia (lansia). Kegiatan yang berlangsung di ruang kesehatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai pentingnya menjaga kepadatan tulang di usia senja guna mendukung aktivitas sehari-hari Warga Binaan.
Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan secara detail mengenai manfaat dan teknis penggunaan vitamin tersebut kepada para Warga Binaan. Menurutnya, vitamin ini sangat vital untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) dan menjaga mobilitas otot. “Kami memastikan setiap Warga Binaan lansia mendapatkan asupan vitamin tulang secara rutin untuk mencegah risiko osteoporosis. Namun yang paling penting adalah cara konsumsinya. Vitamin ini wajib diminum setelah makan agar penyerapan kalsium oleh tubuh lebih optimal dan tetap aman bagi lambung mereka,” ujar Fitri dihadapan para Warga Binaan.
Hal tersebut langsung diresponi salah satu Warga Binaan lansia berinisial ‘SW’. ” Terima kasih atas perhatian ibu bagi kami. Semoga pemberian suplemen vitamin ini berguna bagi tubuh kami yang telah menua agar tetap sehat,” ucap SS.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa kesehatan Warga Binaan adalah prioritas utama dalam masa pembinaan. “Pemberian vitamin ini adalah langkah konkret kami dalam memprioritaskan hak kesehatan Warga Binaan, khususnya kelompok rentan seperti lansia. Kami ingin memastikan bahwa meski berada di dalam Lapas, kondisi fisik mereka tetap terjaga, tulang tetap kuat, sehingga mereka bisa mengikuti program pembinaan dengan maksimal tanpa kendala kesehatan,” tegas Tersih.
Program proaktif yang dilakukan oleh Lapas Wahai ini juga mendapat dukungan penuh dari tingkat wilayah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas inisiatif pemenuhan nutrisi bagi lansia tersebut. “Peningkatan layanan kesehatan di jajaran Pemasyarakatan, seperti yang dilakukan di Lapas Wahai, merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan publik yang humanis. Pemenuhan nutrisi dan suplemen bagi lansia adalah standar pelayanan yang harus terus konsisten dilaksanakan demi menjamin kesejahteraan seluruh warga binaan,” ungkap Ricky dalam keterangannya.
Dengan pemberian vitamin yang terjadwal serta pengawasan dari tim medis, diharapkan kelima Warga Binaan lansia Lapas Wahai dapat menjalani masa pidana dengan kondisi fisik yang prima, sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di balik jeruji besi tetap berjalan inklusif, optimal, dan humanis. (it-06)


