Hukum Maluku 

SAPA-BINA Bergerak Aktif, Lapas Wahai Pastikan Warga Binaan Dapat Layanan Kesehatan

Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus buktikan dedikasi nyata dalam menjaga kualitas hidup dan memenuhi hak dasar Warga Binaan. Bekerja sama dengan Puskesmas Perawatan Wahai, Lapas Wahai gelar pemeriksaan kesehatan berkala melalui program inovatif Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan (SAPA-BINA), Senin (24/08/2026).

Berbeda dengan layanan konvensional yang mengharuskan Warga Binaan datang ke klinik, program SAPA-BINA terapkan konsep jemput bola. Tim medis Puskesmas Perawatan Wahai bersama petugas kesehatan Lapas datangi setiap kamar hunian untuk lakukan skrining kesehatan.

Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan yang layak merupakan kewajiban yang harus diberikan kepada Warga Binaan.

“Program SAPA-BINA adalah wujud tekad kami mengubah layanan pasif menjadi aktif. Walaupun mereka sedang menjalani masa pidana, hak dasar untuk mendapatkan pelayanan medis yang setara tidak boleh terabaikan. Ini adalah bagian dari pemenuhan hak asasi manusia,” tegas Tersih saat memberikan sambutan pembuka.

Ia pun mengimbau seluruh Warga Binaan untuk memanfaatkan pemeriksaan, skrining, dan konsultasi kesehatan dengan sebaik-baiknya. “Sampaikan keluhan fisik yang dirasakan kepada petugas medis kita agar deteksi dini terhadap suatu penyakit dapat segera ditangani sebelum berakibat lebih lanjut,” ajak Kalapas.

Sinergi tersebut juga dapat dukungan dari pihak fasilitas kesehatan daerah. Sri Diana Makatita, selaku Kepala Puskesmas Perawatan Wahai, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh Warga Binaan memperoleh layanan kesehatan dasar.

“Kami sangat mendukung penuh inovasi SAPA-BINA ini. Kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini di mana pelayanan langsung ke blok hunian seperti ini memastikan seluruh Warga Binaan bisa mendapatkan hak medis secara cepat, merata, dan manusiawi tanpa harus menunggu kondisi mereka memburuk,” ungkap Sri Diana.

Pemeriksaan mencakup skrining penyakit menular maupun tidak menular, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan asam urat dan gula darah, konsultasi keluhan fisik, serta pembagian vitamin.

Langkah tersebut disambut antusias oleh para Warga Binaan. Salah satunya, RB, mengaku terbantu dengan kehadiran tim medis yang langsung mendatangi kamar hunian.

“Kami merasa sangat diperhatikan karena petugas medis dan petugas Lapas mau datang langsung ke kamar untuk mengecek kondisi kami. Dengan tubuh yang sehat, kami jadi bisa lebih tenang, fokus, dan maksimal dalam mengikuti seluruh program pembinaan setiap hari,” tuturnya.

Melalui program SAPA-BINA dengan slogan “Bergerak Aktif – Melayani dengan Hati” yang dilaksanakan secara berkala, Lapas Wahai bersama Puskesmas Perawatan Wahai terus memperkuat layanan kesehatan bagi Warga Binaan. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mendukung terwujudnya lingkungan Pemasyarakatan yang sehat, humanis, responsif, dan aman. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.