Daerah Maluku 

Tragedi Tambang Cinnabar Terulang, Latukaisupy Desak Penambang Patuhi Pengosongan Kawasan

Ambon, indonesiatimur.co — Tragedi kembali terjadi di kawasan Tambang Rakyat Cinnabar, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Dua penambang menjadi korban setelah diduga mengalami keracunan asap mesin genset yang digunakan saat menjalankan aktivitas penambangan secara diam-diam.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius Anggota DPRD Provinsi Maluku Daerah Pemilihan SBB, Zain Syaiful Latukaisupy. Ia meminta seluruh masyarakat, khususnya para penambang, menghormati keputusan penghentian sementara aktivitas serta pengosongan kawasan tambang.

Latukaisupy yang juga Raja Negeri Iha menegaskan, kebijakan pengosongan kawasan harus dipatuhi seluruh pihak karena ditujukan untuk kepentingan bersama, terutama dalam rangka penertiban, pendataan ulang, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.

“Tidak boleh ada lagi aktivitas apa pun di areal tambang Cinnabar selama proses penertiban dan pengosongan masih berlangsung. Semua pihak harus taat terhadap aturan yang sudah ditetapkan,” tegas Latukaisupy, Senin (24/08/2026).

Menurutnya, insiden terbaru tersebut harus menjadi peringatan keras. Sebab, kecelakaan hingga korban jiwa di kawasan tambang bukan kali pertama terjadi.

Ia mengingatkan kembali tragedi pada 2022 ketika aktivitas tambang diperintahkan berhenti selama dua pekan. Saat itu, dua penambang meninggal dunia setelah tertimbun di dalam kolam tambang.

“Ini bukan kejadian yang baru pertama kali. Tahun 2022 juga pernah terjadi korban jiwa ketika tambang ditutup. Karena itu, jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” katanya.

Jangan Ambil Risiko

Latukaisupy menilai, tindakan sebagian penambang yang masih nekat memasuki kawasan dan bekerja secara diam-diam di tengah kebijakan pengosongan justru menempatkan diri pada risiko keselamatan.

Terlebih, penggunaan genset di dalam kolam atau lokasi tertutup berpotensi menyebabkan paparan asap mesin yang membahayakan kesehatan hingga keselamatan jiwa.

“Jangan ada lagi yang coba-coba bekerja diam-diam. Kalau aturan sudah mengatakan kosongkan wilayah, maka kosongkan. Ini untuk keselamatan semua orang,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta aparat dan seluruh pihak terkait memperketat pengawasan selama proses pengosongan berlangsung. Tidak boleh ada peralatan maupun aktivitas penambangan yang kembali masuk ke kawasan tersebut sampai proses penertiban dinyatakan selesai.

Di sisi lain, Latukaisupy mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memaknai kebijakan penghentian sementara. Menurutnya, penertiban bukan berarti mengabaikan kehidupan para penambang, melainkan menjadi momentum untuk membenahi aktivitas pertambangan agar ke depan dapat berlangsung lebih tertib dan aman.

Ia mengakui aktivitas penambangan Cinnabar masih menghadapi persoalan legalitas. Namun, masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas tersebut tetap harus mendapat perhatian.

“Katong harus bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk mencari hidup sebagai penambang. Tetapi kalau sudah ada aturan yang dibuat untuk kepentingan katong semua, maka aturan itu harus ditaati,” ujarnya.

Ia pun mengajak para penambang tidak mengambil risiko hanya demi mengejar hasil tambang ketika kawasan sedang dalam proses pengosongan.

“Jangan tunggu ada korban jiwa lagi baru kita sadar bahwa keselamatan itu penting. Pengalaman 2022 harus menjadi pelajaran. Sekarang sudah terjadi lagi, maka semua harus benar-benar taat,” tandasnya.

Latukaisupy menilai, dua peristiwa tersebut seharusnya menjadi pembelajaran bersama bahwa keselamatan manusia harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi sesaat.

Ia berharap seluruh warga mendukung proses penertiban agar tidak kembali terjadi korban akibat aktivitas penambangan yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

“Kalau memang kawasan ini mau ditata, mari kita dukung. Kepentingannya bukan hanya pemerintah, tetapi kepentingan masyarakat dan keselamatan penambang sendiri,” pungkasnya. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.