Cegah Judi Online dan Scam, Lapas Wahai Periksa Handphone Seluruh Jajaran
Wahai, indonesiatimur.co — Upaya penegakan disiplin dan menjaga marwah instansi terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) menggelar pemeriksaan kedisiplinan serta penggeledahan mendadak terhadap telepon genggam (handphone) milik seluruh petugas dan peserta magang, Rabu (02/09/2026).
Pemeriksaan ini dilaksanakan secara langsung seusai pelaksanaan apel pulang staf dan bertepatan dengan momen serah terima regu pengamanan.
Usai barisan dibubarkan, tim Satopspatnal langsung mengarahkan seluruh personel untuk menjalani pemeriksaan kedisiplinan yang meliputi kerapian penampilan fisik, kelengkapan atribut seragam, hingga kepatuhan terhadap ketentuan tata pakaian dinas yang berlaku. Setelah pemeriksaan kerapian dan atribut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan telepon genggam milik setiap personel.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini serta komitmen nyata Lapas Kelas III Wahai dalam mencegah dan memberantas potensi akses situs perjudian online, aplikasi penipuan (scam), maupun aktivitas digital terlarang lainnya di lingkungan instansi.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas III Wahai, Usman Bakri, menegaskan komitmen institusi untuk memastikan seluruh jajaran tetap bersih dari segala bentuk aktivitas menyimpang.
“Integritas adalah harga mati bagi setiap petugas pemasyarakatan. Pemeriksaan ini menegaskan bahwa kami ketat dalam urusan kedisiplinan atribut sekaligus memastikan tidak ada pegawai maupun peserta magang yang terjerat aktivitas digital ilegal. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran aturan demi menjaga marwah Lapas Kelas III Wahai,” tegas Usman.
Sementara itu, anggota Tim Satopspatnal Lapas Wahai, La Ramli, yang turun langsung dalam pelaksanaan razia menegaskan bahwa pengecekan dilakukan secara menyeluruh dan teliti pada setiap perangkat.
“Pemeriksaan kerapian dan pengecekan handphone ini merupakan langkah antisipasi. Kami memastikan tidak ada satu pun petugas maupun peserta magang yang menyimpan atau mengakses aplikasi judi online maupun aplikasi scam yang dapat merusak integritas mereka saat bertugas,” ujar La Ramli.
Pemeriksaan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh jajaran petugas dan peserta magang bersikap kooperatif selama proses pengecekan atribut maupun perangkat komunikasi berlangsung, dengan hasil tidak ditemukannya indikasi pelanggaran digital. (it-06)


