Daerah Maluku 

Lewerissa Tegaskan Terbuka Berdialog, Minta Aktivis Tak Ganggu Pelayanan Publik

Ambon, indonesiatimur.co – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa dan aktivis. Namun, ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan melalui dialog dan mekanisme yang tersedia agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Lewerissa menyampaikan hal tersebut saat menjelaskan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, aspirasi dapat disampaikan melalui perwakilan rakyat di DPRD maupun melalui audiensi, pertemuan, dan diskusi langsung dengan pemerintah.

“Saya sangat terbuka dan komunikatif. Datang, kita diskusi. Itu yang lebih baik untuk kepentingan Maluku,” tegas Lewerissa di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/10/2026).

Ia mengakui masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa. Meski demikian, ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak mengganggu aktivitas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Lewerissa bahkan meminta agar demonstrasi di lingkungan Kantor Gubernur tidak menghambat kenyamanan dan konsentrasi aparatur dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan lokasi untuk menyampaikan aspirasi sehingga kegiatan demonstrasi dapat berlangsung tanpa mengganggu pelayanan publik.

“Saya berharap kepada adik-adik aktivis yang mau menyampaikan aspirasi kepada gubernur, datang berdiskusi dengan gubernur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila belum dapat menerima permohonan audiensi, hal tersebut bisa disebabkan oleh jadwal kegiatan yang belum memungkinkan. Sebab, selain menjalankan tugas sebagai kepala daerah, gubernur juga merupakan wakil pemerintah pusat di daerah yang sewaktu-waktu harus melaksanakan tugas di luar Maluku.

Penghargaan Jadi Motivasi, Bukan Alasan Berpuas Diri

Dalam kesempatan yang sama, Lewerissa menanggapi berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Maluku. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kinerja pemerintah daerah di berbagai bidang.

Meski mengapresiasi capaian itu, ia mengingatkan jajarannya agar tidak terlena karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Menurutnya, tantangan pembangunan semakin kompleks di tengah pengaruh kondisi alam serta dinamika geopolitik yang berdampak terhadap perekonomian global, nasional, hingga daerah.

Karena itu, penghargaan yang diterima harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya menjadikan penghargaan-penghargaan itu sebagai pemacu untuk memotivasi kita bekerja lebih keras lagi melayani kepentingan masyarakat di Maluku,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang mencintai Maluku untuk memberikan dukungan, kritik, dan masukan secara konstruktif demi kemajuan daerah. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.