Pisah Sambut Penuh Makna, LPKA Ambon Teguhkan Komitmen Amanah dan Humanis
Ambon, indonesiatimur.co – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon menyelenggarakan acara pisah sambut Kepala Lembaga pada Senin (21/04/2026), menandai pergantian kepemimpinan dari Kurniawan Wawondos, yang kini menjabat Kepala LPKA Palangkaraya, kepada Manuel Yenusi sebagai Kepala LPKA Ambon yang baru.
Acara berlangsung di ruang serbaguna LPKA dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku yang diwakili Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku, KUPT Kota Ambon, mitra kerja LPKA Ambon, seluruh pegawai, peserta magang Kemenaker Batch 3, serta Anak Binaan.
Dalam sambutannya, Kurniawan Wawondos menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan mitra LPKA Ambon atas kerja sama dan dukungan selama masa jabatannya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan Anak Binaan secara amanah, berintegritas, dan humanis.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai dan mitra LPKA Ambon. Semoga lembaga ini terus menjadi tempat pembinaan Anak Binaan yang amanah, berintegritas, dan profesional,” ujar Kurniawan.
Sementara itu, Manuel Yenusi menegaskan tekadnya untuk memimpin LPKA dengan fokus pada Anak Binaan, amanah, dan integritas.
“Saya berkomitmen untuk menjalankan kepemimpinan ini dengan penuh amanah, menjaga integritas, dan selalu menempatkan kepentingan Anak Binaan sebagai prioritas utama dalam setiap program dan kegiatan LPKA,” ungkap Manuel.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku yang diwakili Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian V. Picauly, yang memberikan arahan agar LPKA Kelas II Ambon tetap unggul dalam pembinaan Anak Binaan.
“LPKA Kelas II Ambon memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Anak Binaan. Kepemimpinan baru diharapkan memperkuat integritas, amanah, dan profesionalisme lembaga,” jelas Catherian.
Pisah sambut ini menegaskan komitmen LPKA Kelas II Ambon untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pendidikan Anak Binaan, sekaligus memastikan keberlanjutan program dari kepemimpinan lama ke kepemimpinan baru. (it-06)

