Budaya Maluku 

Ketua PIM SBB: Parade Kebaya Wujud Nyata Lestarikan Budaya dan Tanamkan Cinta Tradisi Sejak Dini

Ambon, indonesiatimur.co – Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Nurnaningsih Batjo, menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam Parade Kebaya Kota Ambon merupakan bentuk komitmen perempuan Indonesia untuk menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada generasi muda.

Menurut Nurnaningsih, kehadiran DPC PIM SBB dalam parade yang diselenggarakan DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Maluku bukan sekadar memenuhi undangan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam merawat identitas budaya Indonesia, khususnya kebaya yang telah menjadi simbol keanggunan perempuan dan warisan budaya masyarakat Maluku.

“Selaku Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju Kabupaten Seram Bagian Barat, kami turut menyukseskan Parade Kebaya Kota Ambon yang diselenggarakan oleh DPD PIM Maluku. Partisipasi ini merupakan wujud tugas dan tanggung jawab kami sebagai perempuan Indonesia untuk terus melestarikan serta memperkenalkan budaya bangsa, khususnya kebaya sebagai warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku dan Kota Ambon,” ujar Nurnaningsih.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Parade Kebaya memiliki makna yang semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional. Momentum tersebut dinilai menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerah yang diwariskan para leluhur.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” katanya.

Nurnaningsih juga berharap parade kebaya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi agenda budaya yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, nilai-nilai budaya lokal akan tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kebaya bukan sekadar busana, tetapi juga simbol jati diri, kearifan, dan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas Maluku, khususnya Kota Ambon. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan agar semangat melestarikan budaya tetap tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.