Budaya Hot Lingkungan Pariwisata Sulawesi Tenggara 

Hugua Minta Masyarakat Jaga Kelestarian Hayati Wakatobi

Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Hugua meminta masyarakat terutama para nelayan menjaga kelestarian dan kekayaan hayati yang dimiliki daerah itu.

“Pak Bupati Wakatobi menyampaikan permintaan itu, saat sosialisasi pentingnya cagar biosfir bumi bagi masyarakat di Masjid Mola Raya Wangi-wangi pekan lalu,” kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Wakatobi, La Ode Ifi di Wangiwangi.

Menurut Ifi, bupati menyampaikan permintaan tersebut karena masih adanya aktifitas nelayan di wilayah perairan laut Wakatobi yang menangkap ikan dengan menggunakan cara-cara yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bom atau potasium sianida.

Aktivitas nelayan yang menangkap ikan dengan cara-cara ilegal, kata dia, sangat mengancam kelestarian lingkungan dan sumber daya hayati yang dimiliki Wakatobi.

“Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber hayati Wakatobi secara berkelanjutan, para nelayan diharapkan tidak lagi menangkap ikan dengan cara-cara ilegal,” katanya.

Menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya hayati di wilayah perairan laut Wakatobi, saat ini bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab masyarakat Wakatobi melainkan juga sudah menjadi tanggung jawab masyarakat dunia.

Karena memang kata dia, wilayah Wakatobi saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar biosfir bumi oleh Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah pendidikan dan kebudayaan, UNESCO.

“UNESCO menetapkan Wakatobi sebagai kawasan cagar biosfir bumi, karena wilayah itu memiliki keragaman hayati yang cukup tinggi, yakni memiliki terumbu karang sebanyak 750 spesies dari 850 spesies terumbu karang yang ada di seluruh dunia,” katanya.

Selain memiliki keragaman terumbu karang yang cukup tinggi, kawasan perairan laut Wakatobi juga dihuni sebanyak 942 jenis ikan dan beragam jenis biota laut lainnya.

“Keragaman hayati yang dimiliki Wakatobi itu hanya bisa tetap lestari, jika warga sekitar dalam mengambil sumber daya hayati tersebut menggunakan cara-cara yang ramah lingkungan,” katanya.

(A056)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon