bupati wakatobiDaerah Hot Pariwisata Sulawesi Tenggara 

Bupati Wakatobi Sosialisasikan CBB di Empat Kota Besar

bupati wakatobiKendari, indonesiatimur.co. Bupati Wakatobi, Ir. Hugua berencana melakukan sosialisasi Cagar Biosfir Bumi (CBB) Wakatobi di empat kota besar Indonesia dalam waktu dekat, seperti, Kendari, Makassar, Surabaya dan Batam.

Hugua menjelaskan kemarin Senin (12/11) bahwa wilayah Kabupaten Wakatobi seluas 1,5 juta hektar, terdiri 97 persen laut dan 3 persen daratan, mendapat pengakuan dari lembaga PBB yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, UNESCO sebagai Cagar Biosfir.

“Wakatobi saat ini bukan lagi hanya menjadi milik masyarakat Wakatobi, akan tetapi sudah menjadi milik masyarakat dunia. Saya sengaja menyampaikan ini, agar masyarakat asal Wakatobi dimana pun berada, ikut bertanggung jawab menjaga dan memelihara keberlanjutan kelestarian sumber daya alam dan kearifan masyarakat lokal di Wakatobi,” ujar Hugua di Kendari Senin (12/11/2012) dini hari.

Menurutnya, pemberian setifikat kepada Wakatobi sebagai Cagar Biosfir Bumi oleh UNESCO, melalui perjuangan panjang yang cukup melahkan. Dikatakan Hugua, dirinya sebagai Bupati dalam berbagai kesempatan seminar, diskusi dan lokarya, berkali-kali meyakinkan pihak UNESCO, bahwa kawasan Wakatobi yang terletak di pusat segi tiga terumbu karang dunia, memiliki 750 jenis terumbu karang, 942 jenis ikan serta beragam jenis biota laut, sangat layak ditetapkan sebagai Cagar Biosfir Bumi.

“Alhamdullilah, pada jam 12, tanggal 12 Juli 2012, Wakatobi resmi menetapkan Wakatobi sebagai Cagar Biosfir Bumi,” katanya.
Hugua mengatakan, ada tiga kepentingan yang dilindungi pihak UNESCO dalam menetapkan Wakatobi sebagai Cagar Biosfir Bumi, yakni mempertahankan kearifan budaya lokal masyarakat dalam memperlakukan alam, menjaga dan mengambil sumberdaya alam yang ada di dalamnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Hugua meminta warga Kendari asal Wakatobi untuk ikut berperan bersama-sama memelihara dan menjaga kearifan budaya lokal dan kelestarian alam Wakatobi, sehingga label yang diberikan pihak UNESCO itu bertahan sepanjang zaman.
“Kalau keragaman hayati di Wakatobi ini tetap dipertahankan, Insya Allah Unesco akan tetap mengakui Wakatobi sebagai salah satu kawasan CBB yang di dunia,” katanya.(ps/intim/kdrnews)
photo:liranews
Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon