Bupati Flotim Sulit Dipercaya Untuk Atasi Bentrokan

Peran Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin dalam mengatasi bentrokan antara Desa Riang Bunga dengan Desa Lewonara, Flores Timur diragukan. Masyarakat yang bertikai justru menilai bupati telah memicu konflik di daerah itu.

Staf pengajar Fakultas Hukum Undana Kupang, John Tubahelan di Kupang, Sabtu (6/10/2012) mengatakan, posisi bupati Flores Timur (Flotim) Yoseph L Herin sulit dipercaya masyarakat. “Kebijakan bupati meresmikan 100 unit rumah di lokasi yang disengketakan sebagai pemicu konflik. Padahal, sebelumnya masyarakat Lewonara minta agar bupati tidak  meresmikan rumah milik warga Riang Bunga di lokasi yang masih disengketakan itu,” kata Tubahelan.

Bupati mengetahui lokasi itu masih dalam proses sengketa. Warga Riang Bunga menempati lokasi itu sekitar 20 tahun silam, sebelumnya mereka adalah warga Lewo Bunga, sekitar satu kilometer dari Riang Bunga. Masyarakat Lewonara mengklaim, tanah yang ditempati warga Riang Bunga adalah warisan leluhur mereka. Namun pendapat itu ditolak warga Riang Bunga.

Sebelumnya, masyarakat Lewonara menyurati Bupati Flotim, Kapolres, Kejari Larantuka, Dandim Flotim, dan anggota DPRD agar segera mengosongkan lahan yang saat ini ditempati warga Riang Bunga. Tetapi, permintaan itu tidak ditanggapi semua pihak yang disurati. Masyarakat Lewonara kemudian marah dan melakukan penyerangan terhadap masyarakat Riang Bunga.

Dari peristiwa bentrokan tersebut, satu orang tewas dan sembilan lain luka, tujuh di antaranya luka parah. Korban tewas terkena peluru aparat kepolisian Flores Timur. Ia minta polisi harus lebih bijak mengamankan situasi di lapangan sehingga tidak ada kecurigaan dari salah satu pihak. Meski menurut polisi, tindakan itu tepat tetapi bagi kedua pihak yang bertikai, belum tentu tepat. “Selesaikan secara adat saja, pasti cepat reda. Lewat sumpah adat, ketahuan, siapa benar dan siapa salah,” kata Tubahelan. (kompas)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon