Hot Maluku Pariwisata 

Pengeboman Ikan Masih Marak

Ambon, MALUKU – Sejumlah nelayan di Maluku Tengah masih melakukan tindak pidana pengeboman ikan. “Mereka biasanya melakukan kegiatan pengeboman di daerah yang sepi atau tidak ada penduduknya,” ungkap Semmy, nelayan asal Pulau Saparua.

Saat indonesiatimur.co mengunjungi Pulau Molana, didapati sebuah speedboat yang diwarnai hitam putih yang memuat 5 orang pria, tampak berlayar dengan kecepatan sedang. Setibanya di depan umel (kawasan pasir di Pulau Molana), mereka berhenti dan langsung mengamat-amati laut. Saat itu sebuah perahu berukuran besar yang ditumpangi 3 pria dan berisi beberapa waskom besar yang dipakai untuk menampung ikan, mulai merapat ke perahu tersebut.

Karena air pasang, wartawan indonesiatimur.co bisa mendengar suara mereka. Hanya karena berbicara dengan bahasa daerah yang tidak dimengerti oleh wartawan indonesiatimur.co, tetapi dari dialeknya, maka dipastikan mereka berasal dari salah satu desa di Pulau Haruku.

Selama kurang lebih 1 jam, 3 orang dalam perahu kecil tidak melakukan aktivitas memancing, tetapi mereka hanya mondar-mandir dengan perahu dan kemudian berbicara dengan 5 pria yang ada di speedboat.

Kelima pria tersebut juga hanya mengamati air laut yang kadang terlihat mendidih karena didalamnya ada ratusan ikan berenang kesana kemari.

Kepada  wartawan indonesiatimur.co, Sabtu (17/11) pagi hari, beberapa nelayan lokal yang juga ada di Umel, Pulau Molana mengatakan bahwa mereka (yang menggunakan speedboad) ini adalah para pelaku pengeboman ikan yang sering melakukan pengeboman di sekeliling Molana dan beberapa daerah lain yang banyak ikannya.

“Mereka ini setiap pagi selalu mengitari pulau Molana dan beberapa daerah yang banyak ikannya dan sepi penduduk,” ujar Semmy.

Dirinya mengakui, bahwa kelima orang yang berada di speedboat tersebut baru saja melakukan pengeboman di tempat lain, dan hasilnya telah diambil oleh nelayan mereka yang selalu mengikuti dengan waskom besar.

Kelima pria di speedboat itu terlihat kurang nyaman karena terus dipantau wartawan indonesiatimur.co dan beberapa tamu yang sedang berlibur di Pulau Molana. Tak berapa lama muncul speedboat dari arah Desa Haria, karena curiga jangan sampai aparat keamanan, tiba-tiba kelima pria tersebut meneriaki temannya di perahu agar segera pergi.

Setelah mereka pergi, sejumlah touris yang berada di Molana mengakui bahwa ada terumbu karang yang rusak akibat pengeboman. “Sayang sekali, terumbu karang yang indah ini harus rusak karena pengeboman ikan,” ujar Ayu, salah satu tourist yang sedang berkunjung di pulau Molana.

Selain itu, wartawan indonesiatimur.co juga melakukan aktifitas snorkeling dilokasi yang dikatakan telah dibom. Ternyata sejumlah terumbu karang telah rusak akibat pengeboman.

“Kami berharap aparat keamanan harus melakukan patroli setiap hari, sehingga bisa mengurangi tindakan pengeboman ikan,”harap Semmy. (GHEA)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon