Politik 

Ribuan Massa Pendukung BETA TULUS Macetkan Ambon

BETA-TULUS DAFTAR okAMBON, indonesiatimur.co – Ribuan massa pendukung pasangan bakal calon Gubernur Maluku, Abdullah Tuasikal dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa atau yang disebut-sebut sebagai pasangan BETA TULUS, Kamis (21/2/2013) sejak pagi hingga menjelang siang membuat kemacetan yang cukup panjang di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Ambon.

Kemacetan tersebut terjadi di beberapa ruas jalan antara lain di kawasan Tantui, Batumerah, Mardika, Belakang Soya, Urimessing dan beberapa ruas lainnya.

Sementara kemacetan mulai mereda ketika pasangan yang juga disebut sebagai pasangan AT-HL ini memasuki kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku yang terletak di kawasan Tantui untuk mendaftarkan diri agar dapat maju bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku yang akan dilaksanakan 11 Juni 2013 mendatang.

Tetapi setelah itu, kemacetan kembali terjadi ketika pasangan dengan sapaan akronim “Bhineka Tunggal Ika” selesai mendaftar dan meninggalkan kantor KPU Maluku.

Lantaran para pendukung pasangan ini yang berjumlah ribuan, mengakibatkan polisi terpaksa mengambil tindakan penyelamatan dengan merubah jalur yang biasanya dua arah menjadi satu arah.

Tetapi tindakan yang diambil oleh polisi tersebut sia-sia, karena tetap saja terjadi kemacetan.

Tidak hanya itu, walaupun hujan sempat mengguyur Kota Ambon beberapa saat, namun basis massa pendukung BETA TULUS ini tidak peduli. Mereka (para pendukung) tetap saja melakukan konvoi menuju Desa Waihaong agar pasangan ini beristirahat sebentar.

Nantinya, ketika pasangan ini hendak melanjutkan perjalanan ke Desa Waiheru, baru disitulah kemacetan mulai berkurang. Hal ini dikarenakan sebagian massa pendukung yang tempat tinggalnya di Kecamatan Sirimau, Leitimur Selatan, dan Nusaniwe diminta kembali ke masing-masing tempat rumahnya.

Sementara massa pendukung yang tinggalnya di Kecamatan Baguala, Teluk Ambon dan dua kecamatan di Maluku Tengah yakni Salahutu dan Leihitu, bersama pasangan BETA TULUS melanjutkan perjalanan ke Desa Waiheru. Baru disitulah kemacetan di pusat Kota Ambon berkurang drastis.

Kemacetan hanya terjadi dari Desa Waihaong, Kecamatan Nusaniwe ke Desa Waiheru, Kecamatan Baguala ketika pasangan ini hendak kembali ke kediaman salah satu pasangan bakal calon tersebut. [IVAN]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon