Daerah Hot Lingkungan Nusa Tenggara Timur 

Aktivis Perempuan NTT Raih Penghargaan Lingkungan Hidup Internasional

aleta

Perempuan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur Aleta Baun atau yang lebih dikenal dengan “Mama Aleta” meraih penghargaan lingkungan hidup “Goldman Environmental Prize 2013” bersama sejumlah lainnya yang mewakili enam kawasan benua.

“Perempuan yang berasal dari Desa Naususu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT ini mendapat penghargaan atas upaya penyelamatan lingkungan, sosial, dan budaya masyarakat Mollo,” kata Perwakilan Goldman Enviromental Prize 2013 di Indonesia Dita Ramadhani di Jakarta, Senin, (15/4), seperti dilansir ANTARA.

Ia menjelaskan para pemenang akan menerima anugerah itu dalam upacara yang khusus untuk undangan di San Francisco Opera House, Amerika Serikat hari ini tepatnya pukul 19.00 WIB atau pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Yayasan Lingkungan Hidup Goldman mengumumkan nama enam penerima hadiah Lingkungan Hidup Goldman 2013 yang merupakan kelompok para pemimpin yang tanpa rasa takut melawan semua rintangan demi melindungi lingkungan hidup dan komunitas mereka.

Mama Aleta, kata Dita, mendapat penghargaan atas upaya penyelamatan lingkungan, sosial, dan budaya masyarakat Mollo. Aleta menggerakkan massa yang dia lakukan sejak 1996 melawan dua perusahaan tambang yang menduduki bukit sakral untuk orang Mollo. Dengan mengorganisasi ratusan warga desa setempat –untuk secara damai menduduki tempat-tempat penambangan marmer dalam suatu “protes sambil menenun”– Aleta Baun menghentikan perusakan tanah hutan yang sakral di Gunung Mutis, Pulau Timor.

Hadiah Lingkungan Hidup Goldman yang saat ini memasuki tahun ke-24, katanya, diberikan setiap tahun kepada para pahlawan lingkungan hidup yang masing-masing mewakili enam kawasan benua yang berpenghuni.

Dengan jumlah uang tunai US$150 ribu per orang, hadiah itu merupakan hadiah terbesar untuk aktivisme lingkungan hidup di tingkat akar rumput.

Menurut Dita, hadiah Lingkungan Hidup Goldman didirikan pada 1989 oleh tokoh-tokoh masyarakat dan dermawan Richard, serta Rhoda Goldman dari San Francisco. Para pemenang dipilih oleh suatu dewan juri internasional berdasarkan nominasi rahasia yang diserahkan oleh suatu jaringan kerja organisasi-organisasi dan orang-orang dalam bidang lingkungan hidup.

Selain Aleta Baun yang berasal dari Indonesia, penghargaan lain diberikan kepada Jonathan Deal (Afrika Selatan), Azzam Alwash (Irak), Rossano Ercolini (Italia), Kimbely Wasserman (AS), dan Nohra Padilla (Kolombia).Perjuangan Aleta dan masyarakat Mollo selama 11 tahun, katanya, membuahkan hasil pada 2007 dengan dihentikannya operasional tambang di daerah tersebut. (HAN)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon