Petani Cengkeh Desak Pemerintah Lakukan Resi Gudang

bunga cengkih bunga cengkih

Manado.  Para petani cengkeh di Minahasa, Sulawesi Utara, meminta pemerintah melaksanakan program resi gudang guna mengantisipasi jatuhnya harga cengkeh pada masa panen, Mei hingga Agustus tahun ini.

Sekretaris Asosiasi Petani Cengkeh Sulawesi Utara, Paulus Sembel, di Manado, Selasa (23/4), mengatakan, program resi gudang beberapa kali disampaikan Gubernur Sulut tetapi tak pernah dilaksanakan. “Salah satu solusi mencegah harga turun yakni resi gudang. Kenapa resi gudang tak pernah dilakukan,” katanya seperti dikutip Kompas.com.

Resi gudang (warehouse receipt) merupakan dokumen yang menjadi bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang terdaftar yang diterbitkan pengelola gudang itu. Di Indonesia persyartan resi gudang ditentukan UU Nomor 9 tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang. Salah satu manfaat sistem resi gudang adalah memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan efisiensi. Dengan sistem itu petani bisa menunda penjualan komoditi setelah panen, sambil menunggu harga membaik, dengan menyimpan hasil panen mereka di gudang-gudang tertentu yang memenuhi persyaratan.

Paulus Sembel mengatakan, harga pokok produksi cengkeh satu kilogram mencapai Rp 70.000 hingga Rp 80.000. Harga produksi tinggi, karena tenaga kerja sektor cengkeh cukup mahal dan harus didatangkan dari luar Sulawesi Utara. Menurut Paulus, panen cengkeh Sulawesi Utara tahun 2013 mencapai 5.000-7.000 ton. Produksi cengkeh sebanyak ini akan menurunkan harga cengkeh. “Apabila harga cengkeh jatuh di bawah Rp 70.000 maka petani pasti rugi,” katanya.

Habel Tumilaar (56), seorang petani mengatakan selama ini petani menikmati harga cengkeh level Rp 100.000 hingga Rp 115.000 per kilogram. Harga itu, ujar Habel, membuat petani dapat meraih untung yang sebagian dipakai untuk merehabilitasi lahan tanaman cengkeh miliknya. Sebagian cengkeh sudah berusia tua dan rusak sehingga membutuhkan perawatan intensif. (AW)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon