Ekonomi & Bisnis Hot Sulawesi Utara 

Sulut Galakan Penggunanan Pangan Lokal

sagu

Manado, Indonesiatimur – Wilayah kepulauan di Sulawesi Utara (Sulut) sangat bergantung pada pangan, terutama beras, dari luar daerah. Padahal pasukan beras sering terganggu kalau ada cuaca buruk. Demikain temuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dewan Ketahanan Pangan (DKP) yang melakukan survei pasokan bahan kebutuhan pokok di daerah kepulauan.

Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) DKP Pemprov Sulut, Rino Rogi, di Manado, Senin (29/4) mengatakan, sebagian besar kebutuhan pangan, terutama beras, di daerah kepulauan ternyata  masih dipasok dari luar daerah seperti dari Kota Manado dan Makassar. Karena itu, untuk mengurangi ketergantungan pada dan memperkuat cadangan makanan, pemerintah daerah dapat menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal seperti sagu, pisang dan umbi-umbian. Jenis pangan seperti itu ketersediaannya sangat berlimpah di daerah kepulauan.

Rino menegaskan, saat potensi pangan lokal diberdayakan maka ada varian lain sebagai pengganti beras yang bisa dikonsumsi warga. Kandungan gizi dari sagu, umbian-umbian atau pisang tidak kalah dari beras.

Jika bergantung pada pasokan beras dari daerah lain, kendala utama adalah distribusi, terutama saat cuaca buruk. Di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Bitaro (Sitaro), Kepulauan Sangihe dan Talaud misalnya, pada waktu-waktu tertentu cuacanya sangat buruk sehingga kapal tidak bisa sandar di pelabuhan atau dermaga. Maka, jika tidak ada alternatif pangan lokal, yang terjadi adalah petaka kelaparan.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Siswa Rachmat Mokodongan, mengatakan Pemprov Sulut tetap menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok termasuk beras di tiga kabupaten kepulauan di provinsi itu, walau persoalan transportasi menjadi kendala utama. Pemprov, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kepulauan mengenai stok pangan. (AW)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.