Masyarakat Malra Bersemangat Menunggu Pilkada

Langgur – Penundaan Pemilukada Bupati – Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra), tidak menyurutkan semangat masyarakatnya menanti kepastian tanggal pencoblosan. Mereka yang bekerja disejumlah instansi pemerintah baik di Kota Tual maupun Malra, pegawai swasta, buruh, hingga pelajar dan mahasiswa, bahkan harus pulang ke tempat tinggal mereka di Kei Besar, untuk melakukan pencoblosan disana.

Padahal mereka harus menggunakan transportasi laut untuk bisa tiba di daerah asal mereka.

Hal ini juga diungkapkan Mami, seorang wanita yang bekerja disebuah perusahaan di Tual. “Kami sangat menantikan pemilihan Bupati. Ini adalah pesta demokrasi, pesta kami masyarakat Maluku Tenggara. Suara kami sangat berharga untuk 5 tahun kedepan,” tandasnya.

Tingginya antusias masyarakat Malra, dibenarkan Bupati Malra, Anderias Rentanubun.

“ Antusias masyarakat Malra untuk mengikuti pilkda sangat besar. Bahkan saat penundaan pilkada tanggal 11 kemarin, mereka bahkan hampir tidak ke pasar, mereka menunggu,” ujarnya.

Rentanubun mengatakan, masyarakat  melihat bahwa satu suara mereka menentukan 5 tahun kedepan masa depan mereka.

“Bahkan hingga hari ini (14/6), banyak pegawai dan tukang bangunan yang  sudah pulang ke Kei besar dan hingga saat ini belum balik. Sejumlah mahasiswa juga menunda keberangkatan, tetapi karena kapal sudah datang jadi mereka juga terpaksa berangkat,” tandasnya.

Dengan tertundanya pemilukada membuat masyarakat untuk mencari nafkah jadi menurun. Bahkan sejumlah sekolah masih libur karena ruang kelasnya dipakai menjadi TPS.

“Penundaan menyebabkan uang Negara dikeluarkan lebih banyak dan perekonomian terhambat,” jelasnya.

Penundaan Pilkada Bupati Malra juga berdampak pada pemilihan Gubernur Maluku. “Banyak masyarakat yang mengira pembatalan Pilkada Bupati juga berarti pembatalan Pilkada Gubernur, padahal Pilkada Gubernur tetap berlangsung tanggal 11 Juni,”ungkapnya. (GKS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon