Daerah Nusa Tenggara Timur 

3.000 Guru dari NTT Akan Mengajar di Daerah Perbatasan Kalbar

guru

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis berencana mengumpulkan seluruh guru sekolah dasar (SD) pegawai negeri sipil (PNS) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang didatangkan secara bertahap ke Kalimantan Barat periode 1978-1982. Sekitar 3.000 guru itu didatangkan dalam rangka mendidik masyarakat di pedalaman dan perbatasan, pasca-operasi militer menumpas Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/PARAKU) 1966-1977.

Lukman Riberu, salah satu pengurus paguyuban Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) menjelaskan, jadwal reuni guru dari NTT masih disinkronkan dengan jadwal Gubernur Kalbar.

Menurut Lukman, Pemprov Kalbar akan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para guru SD PNS dari Provinsi NTT yang sebagian besar sudah memasuki masa pensiun. Mereka semuanya berlatang belakang pendidikan sekolah pendidikan guru (SPG).

Ribuan guru dari NTT didatangkan oleh Gubernur Kalbar Brigadir Jenderal TNI Kadarusno yang memerintah era 1978-1988. Waktu itu, Kalbar sangat kekurangan tenaga guru di masa-masa awal pemerintah menerapkan program Wajib Belajar Enam Tahun.

Asisten Administrasi dan Umum Sekretaris Daerah Kalbar, Kartius, mengakui guru SD PNS yang didatangkan dari Provinsi NTT sangat sukses melaksanakan tugas di Kalbar. Sebagian besar mereka betah tinggal di pedalaman dan perbatasan, karena memiliki kesamaan budaya dengan warga setempat. Mereka malah sudah menikah dengan warga lokal dan menjadi bagian yang tidak terpisah dengan masyarakat lokal.

“Hampir dipastikan hanya sebagian kecil yang memilih kembali ke NTT, tapi jumlahnya tidak sampai 1 persen. Mereka adalah pejuang di bidang pendidikan yang sangat layak dijadikan contoh bagi warga lokal sehingga Gubernur Kalbar merasa berkewajiban mengucapkan terima kasih,” kata Kartius, seperti dilansir dari SHNews.co. (HAN)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon