Hukum Nusa Tenggara Timur 

Bentrok Di Hajatan, 2 Orang Pemuda Tewas

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Bentrokan antar pemuda di NTT kembali terjadi tepatnya di Desa Niukbaun dan Merbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentrokan yang terjadi pada Sabtu, 12 Oktober 2013 kemarin itu menyebabkan dua orang tewas dan tiga orang luka parah. Bentrokan tersebut diduga dipicu dendam lama antarpemuda dari kedua desa tersebut.

Kapolres Kupang, Ajun Komisaris Besar Dominicus Yempormase mengatakan, kedua korban tewas yakni Jemris Tinenti, 26 tahun, warga Desa Merbaun dan James Boli, warga Desa Niukbaun yang mengalami luka tikam di bagian punggung hingga menembus jantung. “Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar  Dominicus.

Advertisements

Lebih lanjut Kapolres menuturkan, bentrokan tersebut terjadi di salah satu hajatan yang digelar warga Desa Niukbaun.

Dikutip nttterkini.com, Lurah Teun Baun, Abrion Muri Rasi mengatakan James Boli alias Jebol sedang berjoget di tenda, tiba-tiba Ba’i bersama rekan-rekannya menerobos ke tenda dengan memegang sebilah pisau yang dihujamkan di belakang James Boli, James jatuh bersimbah darah.

“Pelaku tersebut sempat diamankan, akan tetapi teman-teman James yang tidak puas mengeroyok Ba’i hingga ia tewas,” ujarnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memvisum jenasah Ba’i yang masih tergeletak di tenda hajatan tersebut. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun karena mengalami luka akibat benturan benda tumpul, nyawanya tidak bisa tertolong.

Dari tempat kejadian, Polisi jga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sandal dan benda lainnya yang terkena percikan darah. Kapolres meminta agar warga tetap tenang dan jangan terprovokasi dengan kejadian tersebut.

“Kami meminta warga untuk tetap tenang, dan jangan terpancing yang bisa memicu bentrok susulan,”  pungkas Kapolres. [As]

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

PPKM Mikro Ambon